Habis Wakapolesek Nyabu, Giliran Komandan dan Anak Buahnya Positif Narkoba

ilustrasi

PALU, RAKYATSULSEL.COM – Setelah beberapa hari ditunggu, hasil tes urine Kepala Satuan Polisi Perairan (Kasatpolair) Polres Donggala Iptu Asrul Rumambi bersama dua anggota Satpolair akhirnya keluar juga.

Ketiga oknum polisi tersebut terbukti menggunakan zat amphetamine dan methaphetamin yang terkandung dalam Narkoba jenis sabu-sabu.

Dari sejumlah laporan yang diterima akhir pekan kemarin, pihak Bidang Profesi Pengamanan (Bid Propam) Polda Sulteng, didampingi Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokkes) turun melakukan tes urine kepada sejumlah anggota di markas Satpolair yang berada di Desa Loli.

Satu persatu anggota di Satpolair tersebut diperiksa urinenya, tidak terkecuali Iptu Asrul Rumambi, yang juga selaku Kasatpolair Polres Donggala.

Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam), AKBP Amin Litarso membenarkan, jika ketiga anggota Satpolair Polres Donggala tersebut terbukti menggunakan Narkoba.

Ketiga orang tersebut kini berstatus sebagai terduga pelanggar.

“Mereka masih terus kita periksa sampai sekarang. Nantinya akan kita ajukan ke sidang disiplin. Kasus ini kami (Propam Polda) yang ambil alih pemeriksaannya,” tegas mantan Kapolres Buol ini Senin (17/4).

Sekecil apapun laporan, baik dari masyarakat maupun sesama anggota Polri, terkait penyalahgunaan Narkoba yang dilakukan oknum anggota, pihak Propam kata dia, siap untuk menindak lanjuti.

Tidak hanya sanksi disiplin, Asrul bersama dua anggotanya, yakni Bripka Ferdy dan Bripda Fendi Amirthung, juga bakal terancam pidana umum, jika nantinya memang terbukti telah sering melakukan pesta Narkoba.

Sesuai dengan pasal 112 ayat 1 undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara.

Ternyata, bukan hanya Iptu Asrul dan anggotanya yang ‘disikat’ Propam Polda Sulteng.

Sebelumnya, di Polres Tolitoli, tes urine serupa juga dilakukan, hasilnya ada 5 anggota Polres Tolitoli yang terindikasi memakai Narkoba jenis sabu-sabu.

Satu diantaranya yakni Wakapolsek Ogodeide, berpangkat Iptu.

“Kita sekarang bersih-bersih, tidak hanya di bawah saja, namun di atas juga kita bersihkan dari yang namanya Narkoba. Bukan tidak mungkin jika ada Pamen (perwira menengah) yang terlibat juga kita tindak,” tegas Amin.

Informasi terkait tes urine sejumlah anggota Polres Donggala ini sendiri, sudah sempat tercium wartawan pekan kemarin.

Kapolres Donggala, AKBP Guntur Herditrianto dikonfirmasi terkait informasi ini, Sabtu (15/4), mengakui bila ada tes urine yang dilakukan kepada anggotanya dan sifatnya rutin.

Namun dia mengaku, belum mendapat laporan jika Kasatpolair bersama anggotanya positif menggunakan Narkoba.

Meski begitu, Kapolres sempat menegaskan, bila benar anggotanya terlibat dalam penyalahgunakan Narkoba, maka dirinya tidak segan-segan memberikan tindakan tegas.

“Yah langsung saya copot kalau memang positif. Tidak ada urusan, kita copot,” ungkapnya ketika itu.