RABU , 12 DESEMBER 2018

Habiskan Rp 6,8 M, Air Mancur CPI Kini Dihentikan Sementara

Reporter:

Al Amin

Editor:

Iskanto

Jumat , 24 Agustus 2018 15:55
Habiskan Rp 6,8 M, Air Mancur CPI Kini Dihentikan Sementara

Kepala Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya Dan Tata Ruang, Sulsel, Darmawan Bintang. Foto: (Fo)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi Sulsel, dalam hal ini Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya Tata Ruang (SDACKTR), telah meresmikan Air mancur menari pada bulan April lalu di kawasan Center Point of Indonesia (CPI).

Hanya saja air terjun yang dijuluki Wae Sabbe To Malabbi ini tidak beroperasi lagi semenjak Mei lalu. Kepala Dinas SDACKTR Sulsel, Andi Darmawan Bintang, mengatakan alasannya karena adanya pergeseran struktur bangunan di sana. Dengan demikian diperlukan perbaikan, untuk prosesnya sudah mulai direncanakan sejak pekan lalu.

“Lagi dalam pemeliharaan, karena ada pergeseran struktur. Dalam beberapa hari terakhir ini kita sudah bicarakan dengan pihak pelaksana disana. Sudah bisa (difungsikan) bulan depan,” kata Darmawan, Jumat (24/8).

Ia mengaku air mancur di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) yang diresmikan oleh mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo itu memang harusnya dioperasikan setiap Sabtu malam. Namun, usai diresmikan, air mancur dengan konsep penuh hiasan lampu yang diiringi irama lagu itu tak lagi difungsikan.

Mengenai biaya yang harus dikeluarkan, kata dia tidak ada biaya yang harus rugi atau kekurangan dana terkait masalah ini. Pasalnya, kata dia anggaran yang ada tidak secara khusus diperuntukkan air mancur tersebut, tetapi hanya ada biaya pemeliharaan.

“Di sini hanya biaya pemeliharaan saja, karena kita butuh air dan airnya sudah siap karena di laut pantai Losari, sementara biaya listrik air itu menggunakan stok listrik dari bangunan Wisma Negara,” paparnya.

Saat ini, pihaknya tengah menunggu penyelesaian pengerjaan atas perbaikan komponen.”Ya kita tunggu perbaikannya. Tidak ada masalah sebenanrnya, hanya saja ada yang perlu direnovasi sedikit,” tambahnya.

Ia mengatakan, air mancur ini dibangun agar masyarakat yang datang beribadah di masjid bisa menikmati keindahan air mancur. “Air mancur Wae Sabbe To Malabbi ini hanya satu kali ditampilkan dalam satu minggu. Yaitu setiap malam minggu di antara waktu salat Magrib dan Isya, sekitar 30 menit sampai 45 menit,” ungkapnya.

Air mancur Wae Sabbe To Malabbi dibangun dengan anggaran sebesar Rp6,8 miliar. Dengan rinciannya yakni, Rp1,3 miliar untuk konstruksi kolam, dan Rp5,3 miliar digunakan untuk membeli kelengkapan peralatan. Termasuk pompa dan peralatan penunjang lainnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Sulsel Selle Ks Dalle mengaku menyayangkan hal tersebut. Padahal menurutnya, air mancur menari CPI bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat. “Agar masyarakat tak selalu menyoroti soal reklamasi. Ada juga hal menarik yang bisa ditampilkan, bisa menjadi hiburan dan spot foto,” tuturnya.

Ia pun mengaku anggaran air mancur tidaklah sedikit. Bahkan air mancur ini diklaim sebagai yang terbesar di luar Pulau Jawa. Terletak di sebelah timur Masjid 99 Kubah CPI, keindahan Wae Sabbe To Malabbi ini juga sangat tepat dinikmati masyarakat dari anjungan Pantai Losari.

“Kan percuma digelontorkan anggaran miliaran rupiah kalau tidak difungsikan. Mubazir namanya,” tegasnya. (*)


Tag
div>