RABU , 25 APRIL 2018

Hadi Basalamah Disebut Terima Dana Rp 87 Juta

Reporter:

Irsal

Editor:

asharabdullah

Jumat , 23 Februari 2018 13:24
Hadi Basalamah Disebut Terima Dana Rp 87 Juta

Hadi Basalamah, Kadisperindag Sulsel

– Kasus OTT Kepala UPTD BPLP

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, beberapa waktu lalu telah memeriksa Kadis Perdagangan Sulsel, Hadi Basalamah, terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bukti jika Hadi menerima aliran dana sebesar Rp 87 juta dari tersangka.

Diketahui, OTT tersebut menjerat Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pelayanan Logistik Perdagangan (BPLP) Dinas Perdagangan Sulsel, Nur Asikin, bersama seorang rekanan, Malik. Hasil pemeriksaan Hadi Basalamah selaku kepala dinas sekaligus KPA, mengaku mengetahui adanya pengadaan langsung pemeliharaan jasa kebersihan dan jasa keamanan di lingkup UPTD tersebut.

“Jadi waktu diperiksa, kadis juga mengatahui ada surat perintah kerja kontrak tahun 2017,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Kamis (22/2) kemarin.

Menurut Dicky, saat pemeriksaan Hadi Basalamah, dia juga mengaku menunjuk Asikin selaku PPTK. Asikin inilah yang mengatur dan menunjuk rekanan. Asikin kemudian menunjuk Malik sebagai rekanan.

Tak hanya itu, ada barang bukti cacatan kecil yang ditulis Asikin bahwa ada uang berkisar Rp 87 juta diberikan kepada Hadi Basalamah selaku kepala dinas dan KPA. Akan tetapi, Hadi Basalamah tidak mengakui kalau ada uang itu.

“Tapi kita masih selidiki. Status Hadi Basalamah sendiri saat ini masih saksi,” ucap mantan Dir Sabhara Polda Kepri ini.

Diketahui, dari tangan pelaku polisi berhasil menyita uang sebesar Rp 433.600.000, buku rekening Nur Asikin, dokumen penyewaan gedung CCC, dokumen setoran sewa dan dokumen SPK.

Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan sebelumnya mengungkap, pihaknya telah mengantongi sejumlah nama pejabat, yang diduga kuat memiliki keterlibatan dalam kasus tersebut.

“Dari hasil pengembangan dan hasil keterangan yang diperoleh dari tersangka, ada beberapa nama pejabat yang juga diduga terlibat kasus suap dan TPPU yang menjerat Nur Asikin,” ungkap Yudhiawan.

Nama-nama pejabat tersebut, kata Yudhiawan, telah dikantongi dan pihaknya masih rahasiakan identitasnya. Bahkan menurutnya para pejabat tersebut, juga diduga terlibat dalam kasus TPPU.

Berdasarkan bukti transaksi uang yang disita dari beberapa banyak buku rekening tabungan tersangka Nur Asikin yang telah disita penyidik, pihaknya akan menelusuri sejumlah anggaran dan besaran anggaran proyek, yang ada di Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel.

“Kasus ini masih terus kita lebih dalami lagi. Guna mencari tahu siapa-siapa lagi yang terlibat didalamnya,” terangnya.
(*)


div>