RABU , 14 NOVEMBER 2018

Hadir di Monev Pemprov Sulsel, Ilham Azikin Terima Penghargaan Kemenkeu

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Kamis , 18 Oktober 2018 15:46
Hadir di Monev Pemprov Sulsel, Ilham Azikin Terima Penghargaan Kemenkeu

Bupati Bantaeng, DR Ilham Syah Azikin menerima penghargaan penghargaan WTP.

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Sulawesi Selatan dan 20 daerah di Sulsel, menerima penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kamis, (18/10). Salah satu daerah yang menerima penghargaan itu adalah Kabupaten Bantaeng.

Penghargaan itu diberikan kepada sejumlah kepala daerah dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang digelar di Pemprov Sulsel. Bupati Bantaeng, DR Ilham Syah Azikin turut hadir dan ikut menerima penghargaan itu.

Dalam surat penghargaan itu terungkap jika Bantaeng adalah salah satu daerah yang berhasil menyajikan dan menyusun laporan keuangan daerah dengan baik. Sehingga Bantaeng meraih capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Surat penghargaan itu ditandatangani oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Selain Bantaeng, daerah lainnya yang meraih penghargaan WTP dari Kemenkeu, yakni Kota Makassar, Palopo, Parepare, dan Luwu Utara. Kemudian Pangkep, Sidrap, Soppeng, Bone, Selayar, Sinjai, Pinrang, Toraja Utara, Gowa, Maros, Wajo, dan Luwu.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan, penghargaan WTP dari Kemenkeu tersebut, menjadi bukti dari sebuah kesinambungan pemerintahan.

“Saya baru sebulan gubernur, langsung mendapat penghargaan. Jadi tentu kita patut menyampaikan selamat kepada Bapak Syahrul Yasin Limpo. Beberapa bupati yang baru juga dapat penghargaan. Bupati Bantaeng (Ilhamsyah Azikin) tentu berterima kasih kepada Nurdin Abdullah,” kata Nurdin disambut aplaus peserta monitoring dan evaluasi Pemprov Sulsel.

Kata Nurdin, sebagai kepala daerah, sudah semestinya meneruskan pembangunan yang telah diwujudkan kepala daerah sebelumnya.

“Ini wujud sistem. Artinya, sejelek-jeleknya pendahulu kita, pasti ada kebaikannya. Oleh karena itu, kalau mau bangsa ini maju, kita harus maju secara berkesinambungan,” tambahnya.

“Jangan karena selera kita berbeda, selera pendahulu kita, kita tinggalkan. Termasuk apapun yang ditinggalkan, punya kewajiban untuk dilanjutkan,” ujar Nurdin lagi. (*)


div>