SABTU , 20 OKTOBER 2018

Hadiri Lomba Cipta Menu, Begini Kata Bupati Lutra

Reporter:

Haerul Tunggarif

Editor:

asharabdullah

Kamis , 02 Agustus 2018 20:30
Hadiri Lomba Cipta Menu, Begini Kata Bupati Lutra

Bupati Luwu Utara (Lutra) Indah Putri Indriani berkesempatan menghadiri sekaligus membuka kegiatan penyuluhan sumber pangan alternatif melalui Lomba Cipta Menu (LCM) Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP), di Aula Hotel Remaja Indah Masamba, Kamis (2/8/2018). (Haerul/RakyatSulsel)

MASAMBA, RAKYATSULSEL.COM – Bupati Luwu Utara (Lutra) Indah Putri Indriani berkesempatan menghadiri sekaligus membuka kegiatan penyuluhan sumber pangan alternatif melalui Lomba Cipta Menu (LCM) Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP), di Aula Hotel Remaja Indah Masamba, Kamis (2/8/2018).

Indah Putri Indriani dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan lomba cipta menu ini dimaksudkan sebagai salah satu gerakan untuk mengkonsumsi bahan pangan lokal, selain beras dan terigu.

Untuk itu, Indah berharap agar kegiatan ini menjadi upaya pemerintah menciptakan diversifikasi pangan di Luwu Utara.

“Ada 3 pekerjaan rumah (PR) bagi kita. Yang pertama adalah apakah pangan yang kita konsumsi ini sudah beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Kedua, apakah pangan yang kita konsumsi ini berbasis pangan lokal. Dan yang ketiga, apakah kita sudah melakukan proses diversifikasi pangan. Kalau belum, ini menjadi PR kita,” ujar Indah.

Indah menambahkan, dalam setiap perlombaan seperti lomba cipta menu, sudah seharusnya para peserta memerhatikan komposisi menu yang akan disajikan. Tidak hanya memenuhi unsur B2SA saja, tetapi yang paling penting kata Indah, adalah bagaimana dalam setiap penyajiannya ada bahan pangan lokal seperti sagu di dalamnya.

“Kegiatan ini bukan sekadar untuk menyelesaikan kewajiban kita sebagai peserta lomba, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ini menjadi ajang tukar-menukar informasi tentang bahan lokal, utamanya sagu. Sagu adalah harta karun terbesar yang kita miliki. Untuk itu, jangan tinggalkan sagu dalam setiap penyajiannya,” jelasnya. (*)


div>