RABU , 21 NOVEMBER 2018

Hadiri Pengalihan Aliran Sungai Bendungan Karalloe, Adnan: Sudah Saatnya Dibangun Bendungan Untuk Masyarakat Gowa

Reporter:

Editor:

Arif Saeni

Rabu , 10 Oktober 2018 08:34
Hadiri Pengalihan Aliran Sungai Bendungan Karalloe, Adnan: Sudah Saatnya Dibangun Bendungan Untuk Masyarakat Gowa

int

GOWA, RAKYATSULSEL. COM—-Bendungan Karalloe merupakan proyek Nasional dari Kementrian PUPR RI, salah satu dari empat bendungan yang berlokasi di wilayah Kabupaten Gowa. Letak bendungan ini berada diantara dua kecamatan, yakni Kec Biringbulu Desa Taring dan Kelurahan Tonrorita dan Kec Tompobulu Desa Garing.

Hal ini di ungkapkan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL saat menghadiri Acara Pengalihan Aliran Sungai Pembangunan Bendungan Karalloe, di Lokasi Proyek Pembangunan Bendungan Karalloe Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Selasa (9/10).

“Pemerintah Kabupaten Gowa bersyukur karena bendungan ini dapat berjalan sesuai dengan perencanaan yang ada, dan kesyukuran bagi kita karena pembangunan bendungan yang dulunya sempat mangkrak beberapa tahun, namun karena adanya kerjasama dengan seluruh pihak yang ada mulai dari kementrian, pemerintah Provinsi, dan pemerintah Kabupaten Gowa sehingga pembangunan bendungan ini dapat berjalan kembali,” katanya.

Tak hanya itu, di depan Kepala Pusat Bendungan Ditjen Kementrian PUPR, Ni Made Sumiarsi, dia menyampaikan bahwa di Kabupaten Gowa memiliki banyak bendungan, hanya saja keseluruhan bendungan tersebut tidak mengaliri Kabupaten Gowa, melainkan mengairi Kabupaten/Kota lain, seperti bendungan Bili -Bili untuk mengairi Wil Makassar, Bendungan Pamukkulu mengairi Kab Takalar, Bendungan Nipa -Nipa, Kab Maros sementara Bendungan Karalloe untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kab Jeneponto.

“Olehnya itu, jangan ditunda-tunda kalau mau dibuat bendungan Jenelata karena sudah saatnya dibangun bendungan yang khusus untuk mengaliri wilayah Kab Gowa secara keseluruhan,” ujar Bupati termuda di KTI ini.

Pihaknya juga berharap dengan selesainya pembangunan bendungan Karalloe ini nantinya bisa berdampak ekonomi yang baik bagi wilayah kabupaten Gowa.

“Kita berharap nantinya akan ada proyek bendungan yang dapat mengaliri wilayah kabupaten Gowa secara keseluruhan, agar masyarakat dapat memperbaiki pertanian dan juga saluran irigasi yang semakin baik dan tentunya hal ini akan berkontribusi untuk peningkatan kesejahteraan rakyat yang ada di wilayah kabupaten Gowa,” harapnya.

Dikesempatan ini dia juga menyampaikan bahwa pada prinsipnya pemerintah Kabupaten Gowa siap mensukseskan semua proyek-proyek nasional yang ada di wilayahnya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Sulsel, Ir. Deni Irawan yang mewakili Gubernur Sulsel, Prof. Nurdin Abdullah mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam rangka pembangunan nasional untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, provinsi Sulsel yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional yang merupakan amanah dari pemerintah. Selain itu juga merupakan pilar utama pembangunan ekonomi di kawasan Timur.

“Kegiatan hari ini merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan potensi pemanfaatan daerah yang ada. Untuk itu kegiatan ini kita harapkan kedepannya bendungan Karalloe ini mampu memberikan penyediaan air baku, menjadi pembangkit Listrik, pengendali banjir dan menjadi area wisata,” harapnya.

Hal senada juga Kepala Balai Besar Wilayah Pompengan Sungai Jeneberang, Teguh Iskandar mengatakan bahwa pembangunan bendungan Karalloe ini dapat berjalan dengan lancar. .berkat adanya kerjasama pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Sekadar diketahui, pembangunan Bendungan Karalloe ini dilakukan sejak tanggal 18 Desember 2013 dengan waktu pelaksanaan 49 bulan, mulai 20 Desember 2013 hingga 28 Desember 2017, Namun telah mengalami perpanjangan waktu sampai dengan 18 Desember 2019.

“Perpanjangan ini dikarenakan adanya perubahan desain juga mengalami penambahan waktu pelaksanaan sehingga adanya penambahan pekerjaan paket II dengan waktu pelaksanaan 24 bulan dimulai tanggal 25 Mei 2018 hingga 13 Mei 2020,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pengalihan aliran sungai yang kita lakukan saat ini melalui terowongan adalah untuk dapat dimulainya pekerjaan pembangunan tubuh bendungan (Main Dam) Bendungan Karalloe.

“Jadi pengalihan air sungai ini melalui struktur terowongan yang kita bangun, dimana terowongan yang panjangnya 583 meter dan apabila ini dapat kita lakukan sekarang, berarti pekerjaan main dam bendungan sudah dapat dimulai. Proses penutupan ini bersifat sementara hingga pembangunan tugu tersebut selesai,” tambahnya.

Untuk pembangunan bendungan ini di bagi menjadi dua paket, yakni paket 1 dengan progres pengerjaannya sudah mencapai 61, 527 persen, sedangkan progres pelaksanaan pekerjaan pembangunan paket II sebesar 1,417 persen. (*)


Tag
div>