SELASA , 17 JULI 2018

Hakim Vonis Bebas Widyastuti

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Rabu , 04 Juli 2018 22:04
Hakim Vonis Bebas Widyastuti

Kuasa hukum Widyastuti Alamsyah Mile, Faisal Silenang.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL – Majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar, menjatuhkan vonis bebas terhadap terdakwa kasus dugaan penipuan Widyastuti Alamsyah Mile, Rabu (4/7).

Ketua Majelis Hakim, Doddy Hendrasakti dalam amar putusannya mengatakan, jika terdakwa tidak bersalah melakukan tindak pidana penipuan. “Membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum,” ujar hakim.

Kuasa hukum Widyastuti Alamsyah Mile, Faisal Silenang mengapresiasi putusan hakim tersebut. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan putusan yang seadil-adilnya. “Ini keputusan seadil-adilnya,” ujar Faisal.

Dari awal, kata Faisal Silenang, kliennya memang merasa tidak melakukan penipuan terhadap pelapor, dalam hal ini Dameria.

Dia menambahkan, dengan keputusan tersebut berarti dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diajukan tidak terbukti dalam persidangan.

“Inikan sudah jelas bahwa dakwaan JPU tidak terbukti, justru pledoi yang saya ajukanlah yang jadi pertimbanagn hakim,” tambahnya.

Vonis bebas ini sangat diapresiasi dan disyukuri oleh Widyastuti Alamsyah Mile, karena dinyatakan tidak bersalah. “Alhamsulillah sangat senang dengan putusan hakim,” singkatnya.

Widya sebelumnya dilaporkan oleh Dameria ke Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel. Dameria sendiri adalah seorang komisaris sebuah Persereon Terbatas (PT) yang pernah menjalin hubungan bisnis dengan Widya.

Kasus dugaan penipuan ini bermula saat Dameria dan Widya menjalin hubungan bisnis setelah diperkenalkan oleh seseorang pada tahun 2014 silam. Keduanya kemudian terlibat dalam pengurusan sebuah proyek APBN untuk pembangunan dermaga di Makassar.

Pada proses pengurusan, Widya kemudian menjalin komunikasi dengan Maulana, pria yang dinilai bisa memuluskan proyek di salah satu kementerian. Korban yang merasa telah ditipu akhirnya melapor ke Mapolda Sulsel. Laporan korban tertuang dalam BP/89B/VII/2017.

Polda Sulsel pada tanggal 07 September 2017 mengeluarkan surat dan menyatakan kalau penyelidikan kasus ini dinyatakan lengkap. Oleh Kejaksaan Tinggi Sulsel, berkas perkara kemudian dilimpahkan ke PN Makassar. (*)


div>