RABU , 17 OKTOBER 2018

Hal Baru Dari Kampanye

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 30 September 2015 12:06
Hal Baru Dari Kampanye

int

Oleh: Ema Sofyan
Aktivis Perempuan

Masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak, yang dimulai pada tanggal 27 Agustus hingga 5 Desember 2015 banyak berbeda dengan Pilkada sebelumnya.

Yang berbeda adalah alat peraga kampanye (APK) difasilitasi oleh penyelenggara, demikian pula dengan pemasangannya. Prinsipnya penyelenggara, dalam hal ini KPU hanya memfasilitasi Alat Peraga Kampanye (APK) bagi peserta dan mengatur jadwal kampanye.

Hiruk pikuk kampanye Pilkada kali ini tidak seramai Pilkada-pilkada sebelumnya. Utamanya alat peraga kampanye yang minim dibanding Pilkada sebelumnya.

Regulasi memang mengatur penempatan APK dan jumlah yang bisa dipasang serta peserta kampanye yang datang. Sehingga tiap-tiap daerah akan berbeda jumlah biayanya.Bagi daerah yang jumlah penduduknya banyak, juga biayanya akan tinggi, belum lagi jumlah peserta yang telah ditetapkan oleh KPU.

Ternyata kendala di lapangan yang dihadapi pasangan calon adalah terlambatnya distribusi alat peraga kampanye yang disediakan oleh KPU. Ternyata KPU berdalih jika perusahaan percetakan yang lambat dalam mencetak APK. Alasan KPU lainnya adalah lambatnya desain APK dari Pasangan Calon.

Peraga kampanye yang dimungkinkan diproduksi Pasangan Calon adalah seperti kaos, mug, topi, sticker namun harganya tak boleh lebih dari Rp. 25.000,- . Melihat besaran anggaran untuk memproduksi alat peraga sepertinya sulit bagi pasangan calon untuk mendapatkan kualitas yang bagus. Padahal kualitas alat peraga juga menjadi andil meriahnya kampanye pasangan calon.

Kampanye santun harus menjadi perhatian pasangan calon dan pendukungnya. Utama kampanye di media sosial, terkadang banyak yang memakai akun palsu. Terkadang merekalah yang melontarkan kampanye hitam pada pasangan lainnya.

Kampanye adalah kegiatan menawarkan visi, misi, dan program pasangan calon untuk meyakinkan pemilih agar memilih pasangan calon tertentu. Seyogiyanya kampanye dilakukan secara simpatik.

Dengan menawarkan program yang dapat meningkatkan elektabilitas pasangan calon. Sebab tujuan daripada kampanye adalah wujud dari pendidikan politik masyarakat yang dilaksanakan secara bertanggungjawab. (*)


Tag
  • voxpopuli
  •  
    div>