Tutup Pintu Partai Politik

Hampir Pasti SYL-IA Knock Out Garuda’Na | Rakyat Sulsel

Hampir Pasti SYL-IA Knock Out Garuda’Na

Sabtu , 07 Juli 2012 12:30
Total Pembaca : 1157 Views

Baca juga

Tutup Pintu Partai Politik

Sayang Jilid II DikabarkanDeklarasi 15 Juli, IA Nyusul

 Garuda’Na Masih Berpeluang Lewat “Jalan Tikus”

 

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Posisi pasangan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir (Garuda’Na) untuk maju lewat jalur partai, sepertinya semakin mendekati “mission impossible”. Pasalnya, hampir separuh parpol gurem, sudah menyatakan mendukung pasangan lain. Sementara dua parpol parlemen yang selama ini diburu Garuda’Na; PKS dan Hanura, juga condong ke lain hati.

Partai nonparlemen yang memiliki jumlah 22 parpol itu, memang memiliki jumlah persentase cukup besar; mencapai 18,5 persen. Hanya saja, bukan Garuda’Na saja yang ingin. Pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) jilid II dan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA), ikut juga berburu dukungan. Dua pasangan kandidat yang dinilai berkekuatan “gajah” ini, hampir pasti menutup pintu Garuda’Na lewat jalur parpol.

Master Campaign Orgainizer Batuputih Trans Syndicate Tim Pemenangan IA, Mario David yang dihubungi malam tadi, mengatakan, sejumlah parpol nonparlemen memang telah mendukung pasangan IA. Hanya saja, dia mengaku tidak mengetahui jumlahnya. Dia menyuruh menanyakan ke Ketua Tim Media dan Informasi, Syamsu Rijal. “Dia yang lebih mengetahui partai apa saja yang partai non parlemen bergabung ke IA,” tambahnya.

Syamsu Rizal yang dihubungi malam tadi, tidak berhasil dikonformasi. Namun, informasi yang diperoleh, sedikitnya 10 partai nonparlemen yang sudah mengeluarkan rekomendasi tertulis ke pasangan IA. Sebanyak 10 parpol itu, antara lain; Partai Pemuda Indonesia (PPI), Partai Sarikat Indonesia (PSI), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP), Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), PNI Marhaenisme, Partai Pelopor, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI), dan Partai Barnas. Total suara hasil pemilu legislatif 2009 dari 10 partai itu mencapai 12% dari total suara 18,5% yang diperoleh 22 parpol nonparlemen.

Praktis, tersisa hanya6,5% lagi yang diperebutkan. Sisa inilah yang diperebutkan tim Sayang jilid II dan Garuda’Na. Syahrul sendiri yang dihubungi malam tadi, mengaku tidak hanya mengincar rekomendasi dari partai besar untuk masuk di Kapal Induk pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang. Ia juga berusaha mendekati partai nonparlemen. “Semua pihak tentu kita dekati. Di tim saya ada yang menangani, termasuk di Golkar sendiri,” kata Syahrul.

Ia mengungkapkan, dalam mendekati partai-partai nonparlemen, dirinya tidak melakukannya sendiri secara langsung. Tetapi, negosiasi-negosiasi tetap dilakukan untuk mendapatkan dukungan dari semua pihak. “Kita tetap melakukan negosiasi-negosiasi,” ujarnya.

Pihak Garuda’Na juga mengaku tetap melakukan komunikasi, baik itu kepada pihak partai parlemen maupun partai nonparlemen. Saat disinggung partai-partai apa saja dari nonparlemen yang akan mengusung Garuda’Na, dirinya belum bisa memberi bocoran. “Nanti kita lihat ketika pendaftaran KPU soal partai apa yang mengusung kami. Karena, sudah kesepakatan kami dengan partai pengusung bahwa partai pengusung akan mengumumkan sendiri ketika pendaftaran KPU. Tak etis jika kami sebut sekarang,” kilahnya, bermanuver.

Mantan aktivis KNPI ini menambahkan, “Soal partai pengusung, itu kewenangan DPP. Namun, tetap melalui usulan DPD Gerindra. Tentu dengan melihat fakta politik yang berkembang di Sulsel.”

Sedangkan Koordinator Partai Nonparlemen Saelan Moka yang dihubungi menyatakan, partai nonparlemen tetap membuka ruang kepada bakal calon gubernur yang akan mengajak partai nonparlemen. “Kita sih membuka ruang kepada siapa saja untuk menggaet partai nonparlemen untuk diajak sebagai koalisi. Yang jelas, semuanya nanti akan melalui tahapan mekanisme yang ada dalam internal partai,” ungkapnya via telepon, malam tadi.

Dia juga mengaku, sejumlah parpol sudah mendukung pasangan IA. “Yang jelas, kalau ada partai non parlemen yang akan diajak menjadi koalisi, kita akan bahas di dalam sebuah rapat, kendati partai tersebut juga memiliki induk sendiri,” tuturnya.

Kendati hampir pasti mendekati “mission impossible”, pasangan Garuda’Na masih mempunyai “lubang tikus” lewat jalur independen. Kendati memang, “lubang tikus” itu harus bersusah payah karena disyaratkan mengumpulkan paling kurang 400 ribu KTP di sepertiga kabupaten yang ada di Sulsel.

 

Sinyal PKS-Hanura Lebih Kuat ke IA

Dua partai yang diharapkan Garuda’Na; Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Hati Nuranti Rakyat (Hanura), justru mengarahkan sinyal kuat ke pasangan IA.

Pihak DPW PKS sendiri mengakui, dari tiga nama yang diusulkan ke DPP, pasangan IA yang paling intens memburu rekomendasi PKS. Menurut Sekretaris Wilayah DPW PKS, Amru Saher yang dihubungi malam tadi, semua sikap tersebut ada di tingkat DPP. Saat ini, DPW PKS terus mendesak DPP agar secepatnya menetapkan kandidat yang diusungnya. “Dari perkembangan di DPP semua kandidat memiliki peluang, karena komunikasi bakal calon yang diusung intens karena DPP telah menunjuk Pak Anis Matta dan Pak Najamuddin untuk menangani komunikasi dengan kandidat. Namun, yang intens melakukan komunikasi cuma Pak Ilham. Dan inilah yang menjadi acuan DPP dalam mengeluarkan sikapnya untuk mengusung bakal calon gubernur,” ulas Amru Saher.

Sebelumnya, Ilham juga mengaku bahwa dukungan PKS sudah 80 persen kepadanya. Meski begitu, SYL juga dikatakan berkomunikasi dengan DPP.

Sementara itu Sekretaris DPD Partai Hanura Imbar Ismail yang dihubungi malam tadi, juga menyatakan bahwa acuan utama DPD dalam memberikan sikap adalah kandidat yang mengikuti pemaparan visi dan misi. Kendati ada dua nama yang diusulkan ke DPP, tapi DPP akan melihat siapa kandidat yang melewati seluruh tahapan.

Apalagi, menurutnya, hasil survei yang dilakukan DPP menempatkan Ilham sebagai kandidat yang surveinya di atas target yang ditetapkan DPP, dibandingkan pasangan Garuda’Na. Kedua hal inilah yang jadi acuan utama DPP dalam mengambil sikap untuk mengeluarkan rekomendasi.

“Yang jelas, kita mau menang. Dan Hanura mendukung kandidat tidak asal-asalan karena ada standar yang kami tetapkan,” ulasnya.

Sekretaris Komisi B DPRD Sulsel ini juga mengatakan, DPP sudah melihat keseriusan dari dua pasangan kandidat. Namun pasangan Rudyanto-Andi Nawir, yang diundang untuk pemaparan visi-misi tidak hadir. Padahal, di situlah nilai plus terdapat. Karena, Hanura ingin menyamakan visi dan misi dari kandidat.

 

15 Juli Sayang Jilid II Deklarasi

 

Sementara itu, hingga kini, kandidat yang secara terang-terangan melakukan deklarasi besar-besaran dengan pasangannya barulah pasangan Garuda’Na. Dua kandidat lainnya, baru mempersiapkan deklarasi, yaitu incumbent Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang (Sayang) jilid II dan pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA).

Informasi yang diperoleh Harian Rakyat Sulsel, Sayang jilid II akan menggelar deklarasi pada 15 Juli mendatang di Stadion Andi Mattalatta bersama partai politik (parpol) pengusung di luar Partai Golkar. Deklarasi ini, konon akan dihadiri seluruh ketua DPP parpol koalisi Sayang, antara lain; Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa, Ketua Umum PPP Surya Dharma Ali, dan masih banyak lagi.

Sama ketika deklarasi tunggal Syahrul, deklarasi kali ini juga kabarnya akan menghadirkan puluhan ribu massa dan seluruh tokoh parpol nasional yang hadir akan berorasi. Lalu, bagaimana dengan Partai Golkar? Informasi yang dihimpun, partai berlambang pohon beringin ini akan melakukan deklarasi pasangan Sayang jilid II beberapa pekan setelah parpol pengusung Sayang melakukan deklarasi. Apalagi, Golkar memang belum merapatkan waktu deklarasinya. Namun, Syahrul Yasin Limpo yang dihubungi kemarin, mengaku belum bisa memberikan kepastian terkait deklarasinya pada 15 Juli mendatang. Ia mengaku, tidak dalam posisi terlalu substansi untuk melakukan deklarasi pasangan.

“Deklarasinya sudah 5 tahun lalu. Yang ada adalah mengkonsolidasi emosional kita kembali ke partai yang ada. Tanggal 15 kita lihatlah kemungkinannya,” jelasnya.

Koordinator Daerah Luwu Raya DPD Gerindra Sulsel, Zirmayanto mengucapkan selamat atas rencana deklarasi SYL. Menurutnya, ini akan jadi motivasi bagi Garuda’Na, sebab sekarang semua pasangan calon gubernur akan saling berpacu untuk mendulang suara.

“Yang penting, dalam kompetisi ini, kita saling menghargai dan berkompetisi dengan sehat. Ini akan memperjelas konfigurasi pilgub nantinya, dan membuat kami semakin melakukan percepatan dalam melakukan sosialisasi politik serta menggarap seluruh potensi suara di daerah,” ungkapnya ketika dihubungi tadi malam.

Sementara pasangan Ilham-Aziz (IA) juga mengaku belum menetapkan jadwal pasti deklarasi secara resmi. Sebelumnya, pasangan ini telah memperkenalkan diri dengan melakukan deklarasi awal di Masjid Al Aqsa, Jl Maipa, Makassar, Jumat 20 Februari lalu. Saat itu, deklarasi awal keduanya belum besar-besaran.

Kabar yang beredar, pasangan IA belum menentukan jadwal deklarasi secara besar-besaran karena rekomendasi dukungan dari Partai Demokrat hingga kini juga belum turun. Tim IA yang dihubungi, mengakui belum mau terburu-buru menggelar deklarasi. Deklarasi Sayang jilid II yang dilakukan sebelum Ramadhan, akan dijadikan tim IA untuk melihat kekuatan lawannya di Pilgub itu.

Master Campaign Orgainizer Batuputih Trans Syndicate Tim Pemenangan IA Mario David mengatakan, tim masih menunggu beberapa partai yang belum menentukan sikap politiknya, sebelum dilakukan deklarasi. “Apalagi masih ada PKS, yang belum menyatakan sikap mendukung kandidat lain. Lebih bagus deklarasi jika seluruh partai yang ditargetkan bergabung,” harap Rio,–demikian ia akrab disapa.

Dia menambahkan, tim akan memanfaatkan momentum deklarasi Sayang Jilid II tersebut dengan melihat peta politiknya. “Maksudnya dalam deklarasi Sayang nanti, tim akan melihat siapa-siapa saja partai yang akan ikut dalam tim tersebut. Sehingga, indikasi itu dijadikan bahan pertimbangan untuk melancarkan strategi kedepannya,” mantapnya.

Ancang-ancang tim setelah Ramadhan baru akan menggelar deklarasi IA. “Antara bulan 9 atau 10, pasangan IA akan deklarasi. Tim akan sampaikan ke publik jika di internal telah disepakati tanggal berapa tepatnya,” kuncinya. (RS9-RS6-RS11-RS5/E)