JUMAT , 19 OKTOBER 2018

HAN 2018

Reporter:

Editor:

Lukman

Rabu , 25 Juli 2018 12:30
HAN 2018

Ema Husain Sofyan

HARI anak adalah kegiatan yang diperingati sebagai wujud penghormatan terhadap hak-hak anak di seluruh Dunia. Penghormatan terhadap Hak anak menjadi penting untuk menggugah kepedulian seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi, memberikan yang terbaik buat anak, tumbuh kembang dan kelangsungan hidup, menghargai pendapat anak, adalah serangkaian hak-hak yang dimiliki anak.

Hak Asasi anak adalah merupakan alat untuk melindungi anak dari eksploitasi, diskriminasi, penelantaran dan tindakan kekerasan lainnya. Penghargaan terhadap hak anak hanya bisa dicapai apabila semua orang, termasuk anak-anak sendiri, mengakui bahwa setiap orang memiliki hak yang sama, dan kemudian menerapkannya dalam sikap dan perilaku yang menghormati, mengikutsertakan dan menerima orang lain.

Meskipun hak-hak anak telah dijamin dalam Konvensi Hak Anak, namun angka kekerasan terhadap anak masih saja terjadi, bahkan di beberapa wilayah, kasus-kasus kekerasan terhadap anak semakin marak, salah satu kekerasan terhadap anak yang sekarang ini sedang virak di Sulawesi Selatan adalah Kasus perkawinan anak. Sosok anak untuk mendapatkan yang hak hidup dan tumbuh kembang makin
jauh dari harapan.

Berbagai upaya telah dan sedang dilakukan oleh pemerintah Sulawesi Selatan dalam rangka pemenuhan hak anak, misalnya membangun dan memperkuat partisipasi masyarakat serta kerjasama dengan pihak swasta sebagai wujud pembinaan dan pengembangan anak secara holistic dan berkesinambungan.

Upaya perlindungan anak dari eksploitasi, kekerasan, diskriminasi , penelantaran dan pengaruh obat-obatan (napza) merupakan bentuk dukungan Pemerintah Sulawesi Selatan dalam pemenuhan hak-hak anak dan upaya mewujudkan kesejahteraan anak.

Selain itu, Pemerintah Sulawesi Selatan juga memberi dukungan penuh bagi Kabupaten / Kota untuk mewujudkan Kab/Kota Layak Anak (KLA). Untuk mewujudkan KLA ini, berbagai upaya yang dilakukan antara lain mendorong Sekolah Ramah Anak, mendorong Puskesmas Ramah anak, Mendorong Mesjid Ramah Anak, serta menyiapkan ruang-ruang kreasi anak.

Untuk mewujudkan hal tersebut, maka pemerintah baik di tingkat local, nasional, dan Internasional harus dapat menghormati dan menjujung tinggi Hak-hak anak melalui UU yang mereka kembangkan ditingkat nasional. Namun demikian, agar anak anak dapat menikmati hak-hak mereka secara penuh, konfensi itu harus dihormati dan disosialisasikan oleh semua anggota masyarakat.

Selamat Hari Anak Nasional “Anak Indonesia, Anak GENIUS”. Happy Children’s Day 2018. (**)


div>