MINGGU , 22 JULI 2018

Hanura Makassar Resmi Dualisme

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 26 Februari 2016 12:30
Hanura Makassar Resmi Dualisme

int

PENULIS: ASHAR
EDITOR: LUKMAN

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Beda pendapat antara DPD Hanura Sulsel dengan DPC Hanura Makassar berbuntut panjang. Keduanya bahkan kukuh menggelar Musyawarah Cabang (Muscab).

DPC Hanura Makassar, Kamis (25/2) kemarin menggelar Muscab di Sekretariat Jalan Pelita Raya. Muscab yang dihadiri 10 Pengurus Anak Cabang (PAC) ini sepakat menunjuk secara aklamasi Jalaluddin Akbar sebagai Ketua DPC Hanura.

Di tempat berbeda, DPD Hanura Sulsel juga menggelar Muscab tandingan di Hotel Phinisi. Hal itu dilakukan karena DPC dinilai tak siap untuk menggelar Muscab. Muscab ini diikuti 4 PAC dan sepakat menunjuk HM Yunus sebagai Ketua DPC Hanura yang baru.

Ketua DPD Hanura Sulsel, Ambo Dalle mengatakan alasannya mengambil alih Muscab, dikarenakan, DPC sudah diberikan kesempatan sebanyak dua kali dan hasilnya tidak dilaksanakan dengan baik.

“Kenapa kita ambil alih itu karena dua kali kita berikan kesempatan waktu untuk penyelesaiannya mereka tidak laksanakan dengan baik. Maka kita kasih lagi kesempatan dilakukan itu, tapi tanggal 24 Februari baru mereka sampaikan ke DPD, dan tempatnya tidak jelas. Kita baru tahu ternyata tempatnya di sekretariat saja dimana tempatnya juga kurang efisien,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Ambo Dalle menganggap DPC Hanura Makassar tidak siap menggelar Muscab. Sehingga pihaknya memilih untuk mengambil alih dan membentuk tim DPD untuk menggelar Muscab.

Ketua Hanura Makassar versi Phinisi, HM Yunus mengaku jika dirinya sebagai ketua baru DPC Hanura yang sah, karena sudah mengikuti proses penjaringan di DPD sampai pada tahap verifikasi pada Muscab di pleno ke empat.

[NEXT-RASUL]

“Saya sudah sesuai dengan prosedur, sudah melalui penjaringan dan di verifikasi, dalam hal ini DPD berhak merekrut yang berpontensi. Seperti kita lihat waktu pleno keempat berkas saya lengkap. Saya memang sudah ikut dari awal karena itulah salah satu prosedurnya. Dan hasilnya Alhamdulillah saya sudah terpilih sebagai ketua,” kata Yunus.

Legislator DPRD Makassar dua priode ini menambahkan, setelah terpilih sebagai Ketua DPC Hanura Makassar tidak ada lagi pro dan kontra. Dia tetap akan merekrut dari kubu manapun itu yang di anggapnya sangat berpotensi.

“Selama kader-kader yang berpotensi saya tetap akan memilihnya untuk mengurus Hanura Makassar, tidak ada lagi kubu-kubuan, begitu terpilihnya saya sebagai ketua Hanura, maka insyallah akan tetap akan mengakomodir semua kader- kader yang memang berpotensi, jadi saya tidak melihat di sini, ada pro sana dan sini, kita tetap akan rekrut,” jelas Yunus.

Terpisah, Ketua DPC Hanura terpilih versi Pelita, Jalaluddin Akbar menyatakan, apa yang DPC Hanura perbuat saat ini adalah benar dan sudah sesuai dengan mekanisme partai.

“Apa yang kami lakukan sudah sesuai dengan aturan main dan itu sudah disampaikan ke DPD, pelaksanaan itu juga berdasarkan dari amanah yang diminta oleh DPD untuk kami laksanakan, tanggal 25 Februari adalah keinginan DPD dan Alhamdulillah kami laksanakan dengan lancar. Muscab hari ini (kemarin) dihadiri oleh 10 PAC, secara kualitas dan kuantitas muscab yang ada di Makassar ini yang punya legitimasi dan sesuai dengan aturan main bukan akal-akalan,” ujarnya.

Lanjut Akbar, dirinya sangat menyesali dengan apa yang dilakukan oleh DPD dengan membuat Muscab tandingan. Muscab tersebut kata dia sarat akan unsur kepentingan.

“Ini yang saya sesalkan dan berharap kepada ketua umum untuk jadi perhatian, karena ini adalah upaya mengkerdilkan partai karena kepentingan sesaat dan untuk segelintir orang, partai ini bisa rusak. Kami diperlakukan tidak benar,” jelasnya.

[NEXT-RASUL]

Menurut Jalaluddin, Muscab yang dilaksanakan di Sekretariat terencana dengan baik. Muscab tersebut diakui bukan sandiwara dan sudah yang seharusnya tidak ada rekayasa.

“Kami hadirkan disini dengan penuh sukarela bukan karena iming-iming uang, intimidasi, kedua anggota DPRD Makassar saja di ancam-ancam kalau tidak mendukung DPD akan di pecat, tapi pecat itu tidak gampang, justru yang dilakukan DPC Makassar yang sah dan resmi,” tambahnya.

Akbar menjelaskan, dirinya akan melakukan perlawanan jika terjadi permasalahan yang semakin rumit. “Kami akan melakukan perlawanan dan sudah menyatakan lewat pesan singkat sudah melaporkan ke Jakarta, jika masalahnya lebih rumit lagi akan melapor ke Makhkamah Partai, kalau perlu sesuai dengan peradilan yang ada di Indonesia,” tegasnya. (e)


div>