KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

Hanura Sulsel Diambang Perpecahan

Reporter:

Editor:

Nunu

Jumat , 26 Mei 2017 16:47
Hanura Sulsel Diambang Perpecahan

int

MAKASSAR,RAKSUL – Kisruh internal partai Hanura Sulsel, dinilai bakal berbuntut panjang. Setelah Ambo Dalle didepak sebagai pimpinan partai tanpa adanya alasan yang jelas, perseteruan di partai besutan Wiranto tersebut memasuki babak baru. Ambo Dalle resmi mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar. Bahkan terdapat beberapa kader Hanura baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten yang mendukung sikap Ambo Dalle.
Terkait intrik politik di Hanura, Pakar Politik Universitas Muhammadiyah, Andi Luhur Prianto mengatakan bahwa permasalahan penggantian jabatan Ketua Hanura di daerah tanpa melalui mekanisme organisasi, merupakan kebijakan yang tidak lazim.
Dirinya juga menuturkan dengan adanya pergantian kepemimpinan di Hanura Sulsel, Bahar Ngitung alias Obama yang ditunjuk sebagai Plt oleh DPP memiliki tantangan yang sangat besar, apalagi ditengah momentum pelaksanaan pilkada serentak 2018, serta verifikasi faktual KPU terkait dengan parpol peserta pemilu 2019. Belum lagi, Ambo Dalle masih memiliki cukup banyak loyalis di tingkat pengurus Hanura Kabupaten. “Tidak bisa dipungkiri, Ambo Dalle memiliki banyak pendukung dan loyalis, terutama di beberapa DPD II dan merasa sepenanggungan dengan Pak Ambo Dalle. Sehingga kemampuan Obama cukup dipertanyakan kapasitasnya untuk bisa mensolidkan Hanura maupun menyamai prestasi yang selama ini diraih Hanura dibawah kepemimpinan Ambo Dalle,” ujarnya, Kamis (25/5).
Dirinya juga melihat, dengan cara pergantian Ketua yang tidak lazim di Hanura Sulsel, diperkirakan sejumlah kader yang loyal dengan kepemimpinan Ambo Dalle akan berpindah partai. “Banyak kader Hanura yang bakal berlabuh ke partai lain. Hanura saya lihat semakin rapuh dengan model kebijakan dan kepemimpinan seperti ini. Tidak menutup kemungkinan bahwa adanya polemik ini cukup mengganggu kinerja politik Hanura kedepan, baik di Pilkada maupun Verifikasi partai peserta pemilu 2019 nanti,” ujarnya.
Andi Luhur menambahkan dengan adanya perseteruan kepengurusan di internal Hanura Sulsel, dinilai bakal menyulitkan partai tersebut memetakan daerah yang berpotensi besar dimenangkan di Pilkada 2018 mendatang.”Saya lihat Hanura sangat lambat, memasang strategi dibanding parpol lain, apalagi telah melakukan pergantian pengurus,” ujarnya.
Kuasa hukum Ambo Dalle, Rahmat Muhayyang mengatakan upaya hukum yang dilakukannya kliennya karena kuat dugaan adanya praktek maladministrasi, terkhusus pengangkatan Bahar Ngitung sebagai Plt dan dicabutnya status Ambo Dalle sebagai ketua definitif tanpa melalui mekanisme organisasi yang sah.”Dalam peraturan organisasi Plt bisa ada ketika ketua diberhentikan atas permintaan sekurang-kurangnya 2 per 3 DPC.” ujarnya.
untuk itu, pihaknya mendesak agar DPP tidak melaksanakan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) sebelum adanya putusan hukum yang bersifat tetap. (D)


Tag
div>