SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Hanya Jual Kencing Kuda Pria Ini Ditangkap Polisi

Reporter:

Editor:

dedi

Sabtu , 31 Desember 2016 16:33
Hanya Jual Kencing Kuda Pria Ini Ditangkap Polisi

Ilustrasi

RAKYATSULSEL.COM – Seorang pria berinisial HY (58), warga Jalan Panglima Batur, Kota Palangka Raya, harus berurusan dengan aparat kepolisian. Dia diamankan personel Sat Sabhara Polres Palangka Raya karena menjual minuman beralkohol.

Dari kediaman HY, disita barang bukti berupa air kencing kuda alias minuman beralkohol tradisional jenis Ciu sebanyak 53 botol (dalam kemasan botol minuman mineral isi 600 ml), terdiri dari 31 botol arak putih dan 22 botol arak madu.

Berdasarkan pengakuan pelaku, Ciu tersebut dijual dengan harga Rp 20 ribu per botol. Kini, seluruh barang bukti disita oleh petugas guna proses penyidikan lebih lanjut. Sedangkan pelaku diperbolehkan pulang setelah sebelumnya dimintai keterangan oleh penyidik Tipiring, Sat Sabhara Polres Palangka Raya.

Kasat Narkoba Polres Palangka Raya AKP Gatoot Kisworo  menemui Jawa Pos (RakyatSulsel.com Group), kemarin (30/12) mengatakan, pelaku tidak ditahan tetapi wajib lapor dan barang bukti telah diamankan.

“Pelaku penjual minuman beralkohol tradisional tanpa izin. Diamankan rumahnya di Jalan Panglima Batur RT 003 RW 12 Kelurahan Langkai Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Rabu (28/12) kemarin,” ujarnya.

Pama Polri itu mengungkapkan masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait peredaran minuman tersebut. Terlebih peredaraan masih dalam lingkup Kota Palangka Raya.

“Kami segera mencari informasi lebih lanjut terhadap pembuat minuman beralkohol tanpa izin. Sementara ini, pelaku mengaku produksi sendiri dan diedarkan di Palangka Raya,” terang Gatoot.

Menurut Gatoot kepolisian akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terkait peredaran minuman keras. Terlebih menjelang tahun baru dan dalam perayaan penutupan tahun 2016.

“Tetap kami awasi baik narkoba, miras atau kejahatan lain. Intinya inilah respons cepat dari kepolisian dalam mengamankan keamanan di masyarakat,” imbuhnya. (daq/fm/fab/JPG)


div>