SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Hanya KK dan KTP, Warga Asal Mamuju Ini Operasi Gratis di RSUD Parepare

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Sabtu , 31 Maret 2018 21:27
Hanya KK dan KTP, Warga Asal Mamuju Ini Operasi Gratis di RSUD Parepare

int

PAREPARE, RAKSUL.COM-Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare melalui Managemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang tidak mampu.

Tak hanya bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, namun juga kepada masyarakat non BPJS, bahkan bagi warga dari luar Parepare. Dengan catatan, memiliki identitas, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK) yang menunjukkan identitas terdaftar sebagai warga Parepare.

Seperti halnya yang dialami Mustamin (28), karyawan TV kabel asal Mamuju, yang telah puluhan tahun berdomisili di BTN Sao Lapadde, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung.

Kecelakaan kerja yang mengakibatkan luka bakar di sekujur tubuhnya, mendapat layanan perawatan, pengobatan, termasuk operasi di RSUD Andi Makkasau, secara gratis.

Mustamin yang ditemui di Ruang Anggrek Kelas III A, Sabtu, (31/3/2018) ini, mengaku telah ditangani dengan baik oleh pihak RSUD, dan telah menjalani dua kali operasi Debridement sejak masuk 25 Maret 2018 lalu.

“Alhamdulillah sudahma dioperasi dua kali. Operasi pertama kulit hitam bekas terbakar dikeluarkan, dan tadi dioperasi lagi di bagian kepala,” ujar Mustamin, didampingi kakak kandung, Mustafa, dan sejumlah keluarganya.

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Andi Makkasau dr H Renny Anggraeny Sary mengemukakan, jika layanan kesehatan non BPJS diberikan kepada masyarakat yang belum memiliki BPJS sebagai wujud kepedulian Pemkot Parepare terutama untuk mayarakat yang kurang mampu.

“Alhamdulillah pemerintah melalui program non BPJS terus peduli akan kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan. Kami tidak mau ada warga¬† yang butuh pengobatan tapi tidak dapat layanan kesehatan karena terkendala biaya. Makanya dianggarkan dalam APBD melalui program layanan non BPJS,” ujarnya.

Menurut dr Renny, pasien non BPJS tersebut telah dioperasi dua kali. Operasi pertama dilakukan dr H Mahyuddin Rasyid, Sp.B dan operasi kedua dilakukan dr H Budiman Siri, Sp.B.

“Sudah dioperasi debridement tadi, mungkin masih dibutuhkan operasi lanjutan,” terangnya.

Meski biaya pengobatan dan perawatan  ditanggung Pemkot Parepare, dr Renny berharap uluran tangan dari dermawan untuk membantu meringankan biaya hidup bagi pasien luka bakar tersebut.

“Kalau ada yang mau bantu dana tidak masalahji karena kita wajib membantu sesama yang sedang kesusahan dan tertimpa musibah. Tapi kalau untuk pengobatannya sudah ditanggung Pemerintah Kota melalui program non BPJS,” jelas dr Renny. (MP1/Nia)


div>