JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Hardiknas Sulsel Bertabur Penghargaan

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 02 Mei 2017 15:49
Hardiknas Sulsel Bertabur Penghargaan

Gubenur Sulsel menyerahkan ke sejumlah penerima penghargaan di acara Hardiknas, Selasa (2/5). foto: Ashar/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Acara puncak hari pendidikan nasional (Hardiknas) yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel dipusatkan di rumah jabatan Gubernur Sulsel, Rabu (2/5), dalam suatu sesi pelaksanannya, banyak tokoh-tokoh maupun dari pengurus sekolah mendapatkan penghargaan.

Diketahui, sebanyak 20 tokoh yang meraih prestasi dan mendapat penghargaan yaitu diberikan diantaranya Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Kepala Disdik Sulsel Irman Yasin Limpo yang mendapatkan pendidikan anak usia dini (PAUD) terbaik dan BSN PAUD dan PNFI pusat 2016, Dirjen Perumahan Rakyat Kemendikbud Syarief Burhanuddin mendapat membantu pengadaan rumah untuk guru di Sulsel, Kejati Sulsel Jan Samuel Maringka sebagai pembina kantin kejujuran nasional, Pangdam XIV Hasanuddin Agus Surya Bakti, tokoh pendidik Patabai Pabokori sebagai membantu peningkatan mutu pendidikan dan lain sebagainya

Kepala Disdik Sulsel Irman Yasin Limpo mengatakan, pelaksanaan Hardiknas tahun ini berbeda dengan tahun lalu, jika sebelumnya siswa merayakan dengan cara berbaris-baris, kali ini berbeda mereka duduk menyaksikan berbagai konten acara salah satumya penerimaan penghargaan.

Dia menambahkan, banyaknya rangkaian-rangkaian acara yang dilaksanakan sebelum hari puncak Hardiknas seperti kirab yang diikuti sebanyak 5.00 pelajar, pramuka, membakar api abdi 1018 petaka (bendera sekolah seluruh Kabupaten/Kota) yang disimpan di Kantor Disdik, membuat pelajar secara emosional sangat menyatu.

“Catatan pentingnya adalah terintegrasinya pendidikan khususnya SMA/K di suatu titik fokus, kita saksikan tadi secara emosional sudah menyatu karena kita kumpulkan dalam kegiatan kecil dalam tiga hari, emosionial mereka menyatu. mereka melaksanakan semua dengan mandiri, gotong royong, makan di dapur umum, dan lain sebagainya tidak ada satupun sekolah maupun unit pelaksana tugas daerah (UPTD) yang tidak berkontribusi dalam kegiatan ini, sehingga ini dapat terwujud dengan baik,” ungkpnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, hardiknas tidak sama dengan sebelumnya karena peningkatan keilmuan, teknologi, dan informasi secara mendunia telah banyak mengubah paradigma-paradigma dan cara hidup yang ada.

Menurutnya, dengan beberapa barang digital yang dimiliki dengan mengakses apa saja itu sudah sangat cepat. Era ini harus disikapi oleh kita agar tidak gagal pada teknolgi. sebenarnya, sains dan dunia teknologi harus dikejar degan dunia kita. Kalau tidak, maka bangsa ini akan tertingal.

“Olehnya itu, upaya pendidikan dengan cara kemarin harus bisa melakukan penyesuaian, menimal dengan siber optik, dan terus melakukan upaya mengubah sistem manual dengan sistem teknologi karena anak-anak harus dikenalkan lebih awal pada era yang dihadapi saat ini,” pungkasnya. (***)


div>