MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Harga Bawang Merah Naik 50 Persen

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 28 April 2016 10:48
Harga Bawang Merah Naik 50 Persen

ASEP/RAKYATSULSEL/D BAWANG MERAH NAIK. Pedagang bawang merah membersihkan kulit bawangnya di Pasar Terong, Makassar, beberapa waktu lalu. Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Makassar naik dua kali lipat dari harga sebelumnya yang hanya Rp20 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Makassar naik dua kali lipat dari harga sebelumnya yang hanya Rp20 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang di Pasar Terong, Hasniah, mengatakan, jika harga bawang merah ini mulai naik pada awal bulan April dan diperkirakan akan terus naik. Hal ini menyebabkan persedian makin sedikit.

“Kenaikan harga bawang merah itu dipicu karena suplai bawang merah lokal ke pedagang semakin berkurang, karena produksi di tingkat petani makin berkurang,” kata Hasniah saat ditemui di kiosnya, Rabu (27/4).

Ia menyebutkan, penyebab utama stok bawang merah berkurang pada saat ini ketika memasuki musim pancaroba dan tidak ada yang melakukan panen. Sehingga, distribusi bawang dari sejumlah sentra produksi seperti Kabupaten Enrekang, Takalar, dan Gowa pada sejumlah pedagang di pasar tradisional makin berkurang.

Hal yang sama juga diungkapkan pedagang dari Pasar Pettarani, Hj Saidah. Ia mengaku sudah hampir sebulan suplai bawang merah berkurang, sehingga memicu harga komoditi itu menjadi naik. Sementara kalau bawang merah di pasaran itu umumnya dari luar Sulsel, seperti dari Bima.

“Itupun harus dibeli dengan mahal, karena alasannya distributor harus dihitung juga transportasinya,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Berkaitan dengan hal itu, ia mengakui, mau tidak mau terpaksa membeli bawang merah dari luar Sulsel diantaranya dari Bima atau Surabaya, agar dapat tetap menjual bawang merah.

Terkait hal itu, Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Miyono mengungkapkan, produksi bawang merah secara nasional, memang hanya terjadi dibeberapa titik. Contohnya di Sulsel, hanya ada di daerah Enrekang.

“Di Enrekang ini kami sebenarnya mempunyai cita-cita untuk menjadikan daerah tersebut sebagai kawasan pembuat bawang merah. Sehingga para pedagang di Sulsel lebih mudah mendapatkan stok,” kata dia.

Menurutnya, Enrekang belum memasuki masa panen saat ini, makanya inilah yang menekan harga bawang merah. “Kalaupun panen, seluruh produksi Enrekang di suplai di Makassar saja sehingga beberapa daerah ada yang tidak dapat,” tuturnya. (any/D)


div>