SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Harga Bawang Putih di Pasar Tradisonal dan Ritel Berbeda Jauh

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 16 Mei 2017 19:27
Harga Bawang Putih di Pasar Tradisonal dan Ritel Berbeda Jauh

Suasana sidak oleh Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang, dan Ketua KPPU Pusat Syarkawi Rauf telah melakukan sidak di Pasar trasionlal seperti Terong, sedangkan untuk ritel yakni Hypermart, dan Lotte Mart, belum lama ini. Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Jelang Ramadhan, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, dan Ketua KPPU Pusat Syarkawi Rauf telah melakukan sidak di Pasar trasionlal seperti Terong, sedangkan untuk ritel yakni Hypermart, dan Lotte Mart, pada Selasa (16/5).

Sidak dilakukan untuk memantau pasokan dan harga komoditi bahan pokok di pasar tradisional dan modern menjelang Ramadhan. Hasil sidak menunjukkan ada perbedaan harga komoditi bawang putih di pasar terong dengan Hypermart, dan Lotte Mart.

“Harga bawang putih di pasar tradisional lebih murah ketimbang pasar modern. Jika ingin dapatkan bawang putih dengan harga murah berbelanjalah ke pasar tradisional,” saran Danny.

Harga bawang putih eceran di pasar tradisional maksimal Rp 40 ribu per kilo gram, grosir Rp 38 ribu per kilo gram sedangkan di pasar modern, harga bawang putih bisa mencapai Rp 59 ribu per kilo gram. Terdapat selisih harga hingga Rp 19 ribu per kilo gram.

Adanya perbedaan harga di dua tempat disebabkan besaran jumlah pajak yang harus dibayarkan juga berbeda.

Sementara itu, menyoal  ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan, Danny menyampaikan jika pasokan bahan pokok di Sulawesi Selatan relatif aman hingga menjelang lebaran.


div>