SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Harga Cabai Meroket, PDIP Semprot Mentan Gagal Jalankan Program, Begini Katanya

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 06 Januari 2017 13:02
Harga Cabai Meroket, PDIP Semprot Mentan Gagal Jalankan Program, Begini Katanya

Cabai di Kota Sorong yang harganya mencapai Rp200 ribu perkilogram. foto: radar sorong.

JAKARTA – Melonjaknya harga cabai di sejumlah daerah bahkan menembus Rp200 ribu di Samarinda dan Papua menjadi tanggung jawab Andi Amran Sulaiman.

Dia pun dinilai gagal dalam melaksanakan tugasnya sebagai Menteri Pertanian (Mentan).

“Semua itu artinya Mentan telah gagal menjalankan programnya,” tegas Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono melalui pesan singkat, Jumat (6/1)

Politikus PDIP itu, menuturkan, program kedaulatan pangan yang dicanangkan pemerintah sebagai implementasi Nawacita Presiden Joko Widodo telah diubah oleh Mentan menjadi program neoliberalisasi pangan.

“Kekuatan pasar yang pada akhirnya menentukan harga pangan di Indonesia. Produksi meningkat yang selalu digembar-gemborkan Mentan hanya sebagai lips service saja,” tuturnya.

Karena itu, Presiden Jokowi, menurutnya, harus melakukan evaluasi mendalam terhadap implementasi program-program yang selama ini dibuat Mentan.

“Judul program yang bagus belum memastikan hasilnya juga berjalan dengan bagus,” ucap Ono.

[NEXT-RASUL]

Solusinya, lanjut dia, pemerintah harus membuat program yang mengurai masalah-masalah dasar dan mengarah ke peningkatan produksi.

“Perbaiki data pertanian yang selama ini sangat kacau, tidak valid,” sebutnya.

Lalu, adanya pengawalan program dari mulai perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi berbasis data pertanian yang valid.

Pembentukan Badan Pangan Nasional menjadi mendesak untuk menyinkronkan produksi dan pasar menuju kedaulatan pangan.

Hal yang sangat penting, masyarakat memerlukan menteri yang jujur.

“Perlu seorang menteri yang berani berkata jujur,” pungkasnya. (jpg)


div>