Rabu, 26 Juli 2017

Harga Cabai Tembus Rp200 Ribu, Tapi Tetap Diburu

Kamis , 05 Januari 2017 10:21
Penulis :
Editor   : doelbeckz
Cabai di Kota Sorong yang harganya mencapai Rp200 ribu perkilogram. foto: radar sorong.
Cabai di Kota Sorong yang harganya mencapai Rp200 ribu perkilogram. foto: radar sorong.
JAKARTA – Harga cabai rawit di beberapa daerah terus melambung dan kian tak terbendung. Salah satunya di Sorong, Papua, yang kini mencapai Rp 200 ribu perkilogram. Meski mahal, cabai masih tetap saja diburu pembeli.

Salah seorang pedagang di Pasar Remu Kota Sorong, Laksmia (57), mengaku menjual cabai rawit seharga Rp200 ribu perkilogram. Harga eceran ini melonjak dari harga sebelumnya yakni Rp60 ribu perkilogram. Penyebabnya, pasokan stok cabai dari luar kota dan dari petani tersendat. Pasokan stok berkurang dikarenakan hasil panen petani merosot saat belum masa panen.

Ia mengatakan, pedagang terpaksa menaikkan harga cabai rawit Rp200 ribu perkilogram untuk memperoleh keuntungan karena harga di tingkat petani naik dan memang pasokan kosong.

Kenaikan harga itu pun diberlakukan di semua pedagang cabai di Pasar Sentral Remu dan di Pasar Boswesen. Kenaikan harga cabai rawit, kata Sumiati, disebabkan pasokan dari petani menurun sementara permintaan oleh konsumen meningkat.

Jumain (35), pedagang di Pasar Boswesen mengatakan, meski penjualan mengalami penurunan tetapi cabai tetap diburu pembeli sebagai bumbu masak. Namun daya beli warga berkurang, dari yang sebelumnya membeli 3 kilogram, setelah harga baru diberlakukan warga hanya membeli terbanyak 1 kilogram.

“Saya jualan pisang goreng jadi rica hanya sedikit saja saya beli apalagi mahal jadi hemat. Kalau tetangga saya yang jualan bakso itu dia kalau beli rica kadang 3 hingga 5 kilogram. Karena mahal dia bilang cuma sekilo saja,” kata Fatia (42)

Dikatakannya selain cabai, harga tomat juga mengalami kenaikan, dari Rp10 ribu perkilogram menjadi Rp15 ribu perkilogram. Bawang merah perkilogram Rp45 ribu dan bawang putih Rp35 ribu. Harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kota Sorong juga masih tinggi atau belum ada penurunan harga semenjak Natal 2016.