Harga Cabai Tembus Rp200 Ribu, Tapi Tetap Diburu

Cabai di Kota Sorong yang harganya mencapai Rp200 ribu perkilogram. foto: radar sorong.

JAKARTA – Harga cabai rawit di beberapa daerah terus melambung dan kian tak terbendung. Salah satunya di Sorong, Papua, yang kini mencapai Rp 200 ribu perkilogram. Meski mahal, cabai masih tetap saja diburu pembeli.

Salah seorang pedagang di Pasar Remu Kota Sorong, Laksmia (57), mengaku menjual cabai rawit seharga Rp200 ribu perkilogram. Harga eceran ini melonjak dari harga sebelumnya yakni Rp60 ribu perkilogram. Penyebabnya, pasokan stok cabai dari luar kota dan dari petani tersendat. Pasokan stok berkurang dikarenakan hasil panen petani merosot saat belum masa panen.

Ia mengatakan, pedagang terpaksa menaikkan harga cabai rawit Rp200 ribu perkilogram untuk memperoleh keuntungan karena harga di tingkat petani naik dan memang pasokan kosong.

Kenaikan harga itu pun diberlakukan di semua pedagang cabai di Pasar Sentral Remu dan di Pasar Boswesen. Kenaikan harga cabai rawit, kata Sumiati, disebabkan pasokan dari petani menurun sementara permintaan oleh konsumen meningkat.

Jumain (35), pedagang di Pasar Boswesen mengatakan, meski penjualan mengalami penurunan tetapi cabai tetap diburu pembeli sebagai bumbu masak. Namun daya beli warga berkurang, dari yang sebelumnya membeli 3 kilogram, setelah harga baru diberlakukan warga hanya membeli terbanyak 1 kilogram.

“Saya jualan pisang goreng jadi rica hanya sedikit saja saya beli apalagi mahal jadi hemat. Kalau tetangga saya yang jualan bakso itu dia kalau beli rica kadang 3 hingga 5 kilogram. Karena mahal dia bilang cuma sekilo saja,” kata Fatia (42)

Dikatakannya selain cabai, harga tomat juga mengalami kenaikan, dari Rp10 ribu perkilogram menjadi Rp15 ribu perkilogram. Bawang merah perkilogram Rp45 ribu dan bawang putih Rp35 ribu. Harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kota Sorong juga masih tinggi atau belum ada penurunan harga semenjak Natal 2016.

[NEXT-RASUL]

Harga beras, misalnya, masih tetap Rp15 ribu perkilogram, gula pasir Rp20 ribu belum ada penurunan. Harga komoditas cabai rawit merah memang mengalami lonjakan di pasar tradisional serta pertokoan. Penyebabnya, dalam beberapa hari terakhir ini pasokan dari sentra petani berkurang serta pengaruh cuaca.

“Kenaikan harga cabai rawit sekira 2 kali bahkan 3 kali lipat dari harga sebelumnya ini jual Rp100 ribu karena ambil di petani Rp90 ribu karena kosong makanya naik Rp200 ribu,” kata pedagang rempah-rempah Mama Siti

Awalnya, harga cabai rawit di pasaran mencapai Rp40 ribu per kilogram. Namun, kini harganya melambung menjadi Rp200 ribu perkilogram. Fenomena ini, ungkap Mama Siti disebabkan berkurangnya pasokan cabai rawit merah ke pasaran. (zia)