RABU , 23 MEI 2018

Harga Kedelai Masih Tinggi, Perajin Tempe Ancam Demo Lagi

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 24 September 2012 10:14
Harga Kedelai Masih Tinggi, Perajin Tempe Ancam Demo Lagi

ilustrasi

ilustrasi

Jakarta – Para perajin tempe masih mengeluhkan tingginya harga kedelai sebagai bahan baku pembuat tempe dan tahu. Padahal mereka sudah melakukan protes, dengan melakukan aksi mogok produksi selama 3 hari bulan lalu.

Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia, Aip Syarifuddin mengatakan jika harga ini masih tinggi, ia akan mengerahkan para pengusaha tahu tempe untuk berdemo lagi.

“Importir masih tetap normal, Perpres belum keluar. Sekarang harganya masih Rp 7 ribuan, kita sudah mau kumpul untuk bikin demo,” ungkap Aip di kantor Kemenkop dan UKM, Minggu (23/9).

Ia mengatakan, para perajin tahu dan tempe meminta pemerintah untuk kembali memberdayakan Bulog agar bisa menstabilkan harga kedelai. “Karena importir harga berfluktuasi, makanya kita minta bantuan Bulog,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Koperasi Perajin Tahu dan Tempe Indonesia Kab Bandung, Ghfron Valentino mengungkapkan, harga dari importir sering berubah-ubah tanpa bisa diprediksi. Hal ini menyebabkan para perajin tak bisa meraup keuntungan yang semestinya.

“Saya beli harga Rp 7 ribu untuk 1 kg (Kedelai), bahkan harga itu bisa berubah-ubah bisa setiap menit,” ungkap Ghufron.

Ia menambahkan, ini murni adalah kesalahan pemerintah, karena tidak memberdayakan Bulog sebagai stabilisator harga kedelai. “Kalau saya bilang itu kesalahan pemerintah, kenapa nggak mempertahankan Bulog. Karena Bulog bisa menstabilisasi harga,” pungkasnya. (RS10/dtf)

 


Tag
div>