SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Harga LPG 3 Kilo Melebihi HET, Pertamina Diminta Lakukan Kontrol

Reporter:

Armansyah

Editor:

Muh Sophian AS

Jumat , 01 Desember 2017 21:19
Harga LPG 3 Kilo Melebihi HET, Pertamina Diminta Lakukan Kontrol

ilustrasi

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Sebulan terakhir masyarakat diresahkan dengan langkanya tabung gas elpiji bersubsidi berukuran 3 Kg. Akibatnya, harga dipasaran melonjak hingga Rp30.000 per tabung, dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp 15.500.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Makassar pun menyalahkan PT Pertamina sebagai leading sector pendistribusian Gas bentuk melon tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Makassar, Andi Muh Yasir mengatakan bahwa distribusi elpiji sepenuhnya adalah tanggung jawab PT Pertamina, untuk itu sudah menjadi wewenang pertamina melakukan pengawasan terhadap apa yang terjadi di lapangan. “Kita tetap lakukan pengawasan, tapi leading sektor ada di pertamina,” ucap Muh Yasir, Jumat (1/12)

Ia meminta kepada PT Pertamina meningkatkan sebaran titik operasi pasar, hingga distribusi dan harga LPG 3 Kilogram kembali normal. Hal ini bertujuan untuk melihat penyebab dan mengatasi kelangkaan tabung gas bersubsidi itu dilapangan. “Jika (Penyebab Kelangkaan) itu sudah terdeteksi maka bersama dengan pihak kepolisian bisa memberikan sanksi kepada pelaku usaha yang berusaha melakukan praktek tidak sehat dengan menimbun gas bersubsidi,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) RI, Ahmad Sarkawi Rauf mengaku masih mengkaji penyebab kelangkaan tabung bersubsidi itu dipasaran. “Ini sementara dalam proses penelitian kami di KPPU, kami belum bisa menarik kesimpulan apa yang membuat kelangkaan itu,” kata Ahmad Sarkawi Rauf

Kata dia, pihaknya akan mengkaji apakah ada indikasi praktek persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan dilapangan sehingga terjadi kelangkaan. Sebab jelas dalam peraturan perundang-undangan perihal sanksi administrasi yang akan diberikan​ kepada pengusaha yang bermain harga.
“Terkait dengan pelanggaran UU persaingan usaha, kami bisa memberikan sanksi administrasi seperti blacklist dan mencabut rekomendasi izin dari pelaku usaha yang bersangkutan,” tegasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina MOR VII mengaku jika sejauh ini distribusi gas bersubsidi hingga ke pangkalan berjalan normal, yaitu sekitar 48.800 matrikston per tahun, dengan penyaluran 53.000 tabung per hari. (*)


Tag
  • LPG Langka
  •  
    div>