SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Harga Nikel Anjlok, Dua Investor Batalkan Kontrak dengan PT Vale

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Selasa , 15 September 2015 17:46

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Akibat harga nikel anjlok, PT Yinyi dan PT SMS akhirnya membatalkan kontrak karya dengan PT Vale Indonesia untuk pengelolaan biji nikel kadar rendah. Mereka beralasan anjlok harga nikel tidak menjanjikan secara ekonomi.

“Alasannya harga nikel anjlok sehingga mereka membatalkan kerjasama ini,” ungkap Kepala Dinas Pertambangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral, Gunawan Palaguna, usai rapat bersama PT Vale Indonesia, PT Nyinyi, dan PT SMS, di Ruang Kerja Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kantor Gubernur, Selasa (15/9).

Gunawan pun mengaku kecewa atas pembatalan kerjasama tersebut. Apalagi, proses penjajakan sudah berlangsung cukup lama, berkisar delapan bulan terakhir.

Gunawan mengungkapkan, kedua investor tersebut diberikan nikel kadar rendah 1,3 persen, tetapi tidak ada kesepakatan. Permintaan pengelolaan nikel dengan kadar 1,8 persen juga tidak bisa dipenuhi PT Vale karena kesepakatan awal memang pengelolaan nikel dengan kadar rendah atau dibawah 1,6 persen.

“Prosesnya sudah berjalan delapan bulan, tapi ujung-ujungnya tidak jadi. PT Vale juga terlalu memberatkan investor dengan berbagai macam persyaratan administrasi,” keluhnya.


div>