SENIN , 10 DESEMBER 2018

Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Rabu , 16 Mei 2018 12:31
Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan

Salah satu pedagang cabai di Pasar Terong Makassar. Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Jelang Ramadan, para pedagang kerap memanfaatkan momen tahunan tersebut untuk menaikkan harga komoditi pangan, seperti cabe dan bawang. Kendati demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memastikan harga pangan selama bulan Ramadan stabil.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Makassar, Ikhsan NS, mengatakan, Pemkot Makassar memastikan harga pangan relatif stabil jelang dan selama bulan Ramadan. Bahkan pihaknya mengklaim penyediaan stok komoditi pangan stabil hingga tiga bulan mendatang. “Harga relatif stabil, masih normal harganya,” kata Ikhsan, Selasa (15/5) kemarin.

Ia mengatakan, harga komoditi pangan yang berada di pasaran relatif sama. Seperti pantauan yang dilakukan oleh pihaknya bersama unsur Polri dan Pemprov Sulsel ke Pasar Terong.
“Hampir sama semua (harga pangan di pasaran), paling beda Rp 500 hingga Rp 1000 karena beda suplaiernya,” ungkapnya.

Komiditi yang paling menonjol kenaikannya, yakni cabe merah besar. Dimana harga di pasaran Rp 38.000 per Kilogram (Kg), sementara harga normalnya hanya Rp 26.000 per Kg.

“Lumayan naiknya (cabe merah besar) karena kata pedagang, mereka mengambil agak tinggi dan stoknya juga terbatas. Untuk cabe rawit malah turun dari Rp 26.000 menjadi Rp 20.000 rata-rata,” bebernya.

“Kalau harga di pasar modern dan tradisional tentu berbeda harga lagi, karena pasar modern sudah bersih,” lanjutnya.

Ia menambahkan, untuk bawang merah dan bawang putih relatif stabil dengan harga Rp 26.000 hingga Rp 28.000 per Kg.

Sementara, Pengawas Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Ria, mengatakan, Pemkot Makassar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Perikanan, Dinas Perdagangan, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan Balai POM Makassar, telah melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) di Kota Makassar.

“Kami melakukan pengawasan tim terpadu bersama beberapa stakeholder terkait, sesuai tupoksi masing-masing yang telah dilakukan di dua tempat. Yakni di pasar modern yaitu Gelael dan pasar tradisional yakni Pasar Terong,” urainya.

Khusus untuk Dinas Ketahanan Pangan, lanjut Ria, pihaknya fokus pada pangan segar seperti buah-buahan dan sayur- sayuran. Sedangkan Dinas Kesehatan fokus pada makanan siap saji, Balai POM pada produk kemasan, dan DP2 pada daging bahan hewani lainnya.

“Alhamdulillah sejauh ini masih aman. Hanya ada beberapa produk yang kemasannya menggembung, itu kami suruh pihak toko untuk mengganti. Sebab kalau gembung begitu, artinya ada angin yang masuk,” jelasnya.

Kata Ria, penarikan produk yang dia lakukan itu tidak merugikan pihak toko dan juga berjaga-jaga demi keamanan konsumen. “Contohnya ini susu kemasan Greenfields, sebenarnya aman, hanya kemasannya yang menggembung saja yang mau diganti,” tambahnya.

Sejauh ini, menurutnya, penjual banyak yang mengeluh. Sebab tanaman okra kini stoknya makin menurun. Petani penghasil okra sudah tahu manfaatnya, sehingga mereka lebih memilih mengkonsumsi sendiri ketimbang menjual ke pasar.

Sementara, permintaan tanaman okra sangat meningkat. Kebanyakan konsumen membeli langsung ke masyarakat penghasil okra, dibanding ke pasaran yang harganya lebih mahal.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, mengatakan, tiga pasar yakni Pasar Pa’baeng-baeng, Pasar Modern dan Pasar Terong, dari pantauan harga komoditi relatif stabil jelang Ramadan ini.

“Alhamdulillah hampir semua stabil dari 22 kebutuhan pokok dan sembilan non pokok. Tidak ada yang naik, bahkan cenderung turun seperti beras dan telur,” ungkapnya.

Justru yang naik, lanjut Deng Ical, sapaan akrabnya, adalah cabe keriting. Sementara minyak goreng, terigu, dan gula, relatif stabil.

“Yang ini kita pastikan adalah suplai cukup dan jangan sampai bermasalah di tingkat distribusi,” tegasnya. (*)


Tag
  • Harga Pangan
  •  
    div>