RABU , 22 AGUSTUS 2018

Harga Rumput Laut Anjlok, Petani Menjerit

Reporter:

Editor:

hur

Minggu , 06 September 2015 10:52

WAJO, RAKYATSULSEL.COM – Kenaikan harga dollar ternyata tidak dapat dinikmati oleh petani komoditas ekspor semacam rumput laut. Bahkan di Akkajeng, Kecamatan Sajoangin, Kabupaten Wajo, petani rumput laut mengeluh karena harga produk laut itu anjlok dari Rp 17 ribu per kg, menjadi hanya Rp 6 ribu per kg.

“Kami gagal panen. Semua petani rumput laut menjerit karena harga turun drastis,” ucap Ambo Aco, Minggu (6/9).

Faktor kualitas produksilah yang menjadi menjadi penyebab jatuhnya harga rumput laut Wajo. Menurut Ambo Aco, musim kemarau diperkirakan menjadi penyebab rendahnya kualitas produksi rumput laut tahun ini. Sebagai akibatnya, petani rumput laut terpaksa gigit jari karena merugi biaya produksi.

“Selain pengaruh Kemarau, nilai tukar dollar yang menanjak, merupakan salah satu faktor penyebab anjloknya harga rumput laut,” jelas Ambo Aco.

Terus merosotnya rumput laut, kata Ambo Aco, membuat banyak petani di Wajo beralih pekerjaan menangkap ikan karena harganya lebih stabil. Namun, kata dia, kebanyakan petani terpaksa menganggur karena tidak punya peralatan tangkap ikan yang memadai.

“Rumput laut tak bisa lagi diandalkan sebagai mata pencaharian. Untuk itu, kami harapkan Pemerintah daerah dapat membantumencarikan solusi, utamanya kepada petani rumput laut yang kini terpaksa harus menganggur,” tandas Ambo Aco.


div>