SABTU , 20 JANUARI 2018

Harga Semen Turun Rp3.000 Per Zak

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 19 Januari 2015 15:19
Harga Semen Turun Rp3.000 Per Zak

TURUN HARGA. Para buruh Pelabuhan Paotere mengangkut Semen Tonasa, belum lama ini. Harga jual Semen turun Rp3.000/zak(Foto : OPHIK/RAKYATSULSEL)

RAKYATSULSEL.COM, MAKASSAR – PENURUNAN harga jual semen milik BUMN mulai berlaku hari ini, Senin (19/1). Nilai penurunan sebesar Rp3.000 per zak diyakni tidak akan mengurangi perolehan pendapatan sepanjang tahun ini.

PT Semen Tonasa, sebagai salah satu semen plat merah, mau tak mau tentu harus siap mengikuti kebijakan pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Sebelum penurunan harga, harga jual Semen Tonasa yang bermarkas di Sulsel dilepas Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per zak. Dengan penurunan sebesar Rp3.000, maka harga barunya diangka Rp42 ribu hingga Rp 47 ribu per zak.

Direktur Utama PT Semen Tonasa, Unggul Attas, tarif baru sudah menjadi kebijakan untuk segera ditindaklanjuti. Ia pun sudah menginstruksikan penurunan harga jual Rp 3.000 ribu di tingkat pengecer.

Kepala Biro Humas PT Semen Tonasa, Harun mengaku akan terus memantau tarif baru ditingkat pengecer yang mulai berlaku pada hari ini. “Kami sementara memantau stok di pasaran, intinya harga baru pasti akan diberlakukan segera,” jelas Harun saat dikonfirmasi Harian Rakyat Sulsel, Minggu (18/1).

Salah satu pemilik toko bangunan di Jalan Veteran, Jerry mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menjual semen seharga Rp43.000 (40 kg) dan Rp53.000 (50 kg). “Kalau sudah ada keputusan turun harga kami akan sesuaikan, tapi sementara ini kami habiskan stok lama dulu,” terang Jerry.

Pakar Ekonomi dari Unhas, Idrus Taba menilai, pemerintah diuntungkan melalui penurunan harga tersebut. Sebab, akan lebih leluasa dalam menentukan harga, khususnya dalam rencana mendukung berbagai pembangunan yang telah disiapkan.

“Di sisi lain, kondisi ini merugikan pasar. Karena tidak mungkin harga semen dari perusahaan BUMN saja yang turun, lalu perusahaan lain tetap memasang harga tinggi,” ujar Idrus.

Lebih lanjut, langkah pemerintah ini merupakan tindakan yang menguntungkan bagi pemerintah seiring dengan berbagai rencana pembangunan infrastruktur yang telah disusun.

Jika harga semen dilepas begitu saja kepada pasar, permintaan dipastikan akan memicu kenaikan harga semen yang lebih tinggi.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia, Agung Wiharto optimistis jika pihaknya tetap akan meraih keuntungan meski terjadi penurunan harga.

“Enggak (turunkan pendapatan), dengan penurunan harga kita harapkan volume penjualan naik, sekitar lima sampai enam persen tahun ini,” katanya.

Menurutnya, pendapatan perseroan tahun ini akan tumbuh sejalan dengan volume penjualan, yakni sekitar 6 persen. Tercatat, sepanjang pada 2014 perseroan membidik pendapatan sebesar Rp 25,9 triliun, naik 20 persen dibandingkan 2013 senilai Rp 21,6 triliun.

Selain mengandalkan peningkatan volume penjualan, kata Agung, perseroan akan melakukan berbagai efisiensi di segala sektor produksi guna menekan beban. Bahkan, penurunan harga BBM pastinya akan mengimbangi penurunan harga semen.

“Beban transportasi berkurang, jadi ini akan memperkuat keuangan kita. Kita harapkan pendapatan dan laba bersih tahun ini naik,” ujarnya. (*)

 
PENULIS: DIAN MEGAWATY

Tag
div>