MINGGU , 16 DESEMBER 2018

Hargai Netralitas PNS, Irwan Adnan Cuti dari Ketua LMP Sulsel

Reporter:

Ridwan Lallo

Editor:

Selasa , 20 Februari 2018 00:26
Hargai Netralitas PNS, Irwan Adnan Cuti dari Ketua LMP Sulsel

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Demi menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) jelang Pilkada serentak mendatang, Ketua Laskar Merah Putih (LMP), Markas Daerah (Mada) Sulsel, Irwan Adnan mengajukan cuti dari ketua LMP.

Hal itu dilakukan mengingat dirinya adalah seorang ASN, sementara organisasi LMP telah bulat mendukung pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di Pilgub Sulsel dan Moh Ramdhan Danny Pomanto-Indira Mulyasari di Pilwalkot Makassar.

“Mengingat saya adalah ASN. Sedangkan organisasi LMP telah menyatakan dukungan kepada pak IYL di Pilgub dan pak Danny di Makassar, oleh sebab itu saya cuti, ada Plt sampai selesai Pilkada,” kata Irwan Adnan saat jumpa pers di Markas LPM Jalan Anuang 34 Makassar, Senin (19/2) malam.

Irwan dinonaktifkan sebagai Ketua LMP Sulsel selama 6 bulan berdasarkan surat keputusan dari ketua umum di Jakarta. Hal ini berdasarkan usulan dirinya secara pribadi kepada LMP pusat beberapa waktu lalu.

Berdasarkan itu, Irwan Adnan selaku ASN sekaligus Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, tidak ingin dianggap ASN bermain politik dan tetap netral, maka Irwan memilih untuk nonaktif untuk sementara waktu.

“Berdasarkan kebijakan, telah menonaktifkan saya selama 6 bulan dari Ketua Mada Laskar Merah Putih Sulsel, setelah itu saya kembali lagi (sebagai ketua LMP),” kata Irwan.

Terkait dengan agenda LMP Sulsel, telah diserahkan ke Pelaksana tugas (Plt), Sofyan. Dia akan menjalankan roda organisasi selama enam bulan dan mengatur strategi pemenangan untuk kandidat dukungannya di Pilwalkot maupun di Pilgub Sulsel.

“Sudah ditunjuk pak Sofyan yang akan menggantikan saya sebagai Plt, dia akan  bertanggung jawab menjalankan organisasi selama 6 bulan,” imbuhnya

Irwan Adnan berharap, penonaktifan dirinya sebagai ketua LMP Sulsel dapat menjadi pendidikan politik dan cara berdemokrasi yang sehat bagi masyarakat Sulsel.

“Saya harap langkah ini bisa menjadi pelajaran dan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat,” tutupnya. (*)


div>