SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Hari Anak Internasional, DPPPA Canangkan Sekolah Ramah Anak

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Iskanto

Kamis , 01 November 2018 13:22
Hari Anak Internasional, DPPPA Canangkan Sekolah Ramah Anak

Peringatan Hari Anak International yang jatuh pada bulan November digelar di SD Negeri Percontohan PAM Makassaar, Jalan Ratulangi, Kamis (1/11/2018).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Peringatan Hari Anak International yang jatuh pada bulan November digelar di SD Negeri Percontohan PAM Makassaar, Jalan Ratulangi, Kamis (1/11/2018). Kegiatan ini digelar dengan outdoor classroom day atau belajar diruang kelas dengan konsep senang serta ceria.

“Kegiatan ini juga untuk tumbuh kembang anak dan meningkatkan kreatifitas, bakat dan minat anak sejalan dengan program Pemerintah Kota Makassar,” kata Sekdis DPPPA Makassar, Dra Hj Syahniar Syam.

Lebih lanjut Syahniar menjelaskan kegiatan belajar sehari diruang kelas ini untuk memotifasi anak semangat belajar dengan perasaan senang dan membuat orang tua bahagia.

“Belajar diluar kelas diseluruh indonesia dicanangkan. Tujuanya ini bagaimana supaya anak-anak bisa senang, orang tua bahagia, bagaimana caranya anak-anak dengan belajar dia senang dan bersamangat belajar dan mereka suka,” jelasnya.

Ditanya mengenai kasus kekerasan yang kerap terjadi disekolah. Ia menyebut kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pencanangan sekolah ramah anak sebagai upaya menghindari kasus kekerasan disekolah tak terjadi lagi

“Iya-iya Karena ini bagian dari sekolah ramah anak,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Hasbi mengapresiasi kegiatan tersebut. Hasbi menyebut belajar sehari diluar kelas membuat anak-anak aktif, semangat belajar dan lebih terjaga aktiftasnya.

“Supaya anak-anak itu tidak merasa sekolah itu sebagai penjara anak-anak diharapkan mengikuti proses pembelajaran itu secara enjoi secara senang dan tidak hanya dilakukan di dalam kelas tapi juga di luar kelas makanya hari ini sebenarnya sampai sampai menjelang siang itu anak-anak ini beraktivitas di luar kelas belajar diluar kelas mungkin kelihatan mereka memungut sampah tapi itulah itulah model belajarnya dari sisi mencintai lingkungan mungkin mereka main di perpustakaan,” terangnya.

Hasbi berharap, pencangan sekolah ramah anak bukan hanya sebagai komitmen para anak, tapi juga para guru dan orang tua siswa.

“Saya hari ini harus kita berkomitmen bahwa sekolah harus ramah untuk semua tidak hanya anak tapi guru kepala sekolah orang tua yang harus ramah di lingkungan sekolah,” tutupnya. (*)


div>