MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Hari Bahasa Daerah Sedunia, Di Sekolah Ini Diwajibkan Berbahasa Daerah Tiap Sabtu

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Sabtu , 13 Februari 2016 16:26

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – SMPN 2 Parepare punya cara tersendiri saat memperingati perayaan Bahasa Daerah Sedunia yang ditetapkan Unesco pada 21 Februari mendatang. Mereka akan merayakannya dengan menggunakan bahasa daerah di sekolah pada Sabtu, 21 Februari 2016, nanti.

Kepala SMPN 2 Parepare, Hj. Sry Enyludfiah mengatakan semua siswa, dan guru-guru wajib berbahasa daerah. “Semua siswa, guru dan warga di sekolah diwajibkan berbahasa daerah pada hari Sabtu, 20 Februari,” ujar Sri, Sabtu (13/2/16).

Menurutnya kebijakan baru itu akan berlaku setiap hari Sabtu di SMPN 2 Parepare. Hal itu, kata dia, sebagai upaya pelestarian bahasa daerah. “Kita tetapkan setiap hari Sabtu semua siswa dan guru menggunakan bahasa daerah di sekolah,” ungkapnya.

Dia mejelaskan pelestarian bahasa daerah adalah tugas bersama yang harus dimulai sejak dini, baik di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun di lingkungan keluarga. “Orang Jawa, Bali mereka sangat bangga dengan bahasanya dan bahkan kota mereka besar karena budaya dan bahasanya, lalu mengapa kita tidak? Kita juga punya bahasa dan kekayaan budaya yang harus dilestarikan sebagai kebanggaan daerah,” jelasnya.

Terkait peringatan Hari Bahasa Daerah Sedunia nantu, SMPN 2 Parepare telah menyiapkan berbagai acara, seperti stand up comedy Bugis, puisi Bugis berbalas-balasan (elong sibali-bali), permainan rakyat, lawakan, pementasan tari tradisional, pementasan keahlian membaca dan menulis Lontara. Keseluruhan penampilan tersebut dibawakan siswa SMPN 2 yang tergabung dalam Komunitas Gerakan Pelajar Pecinta Bahasa Daerah. Acara ini juga bakal ditayangkan di program Paccarita Pare TV.


div>