RABU , 23 JANUARI 2019

Hari Ini Ashari Gantikan Tautoto Jabat Pj Sekprov

Reporter:

Iskanto

Editor:

Al Amin Malliuri

Rabu , 10 Oktober 2018 09:00
Hari Ini Ashari Gantikan Tautoto Jabat Pj Sekprov

Ashari Fakhsirie Radjamilo

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Hari ini Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah (NA) melantik Ashari Fakhsirie Radjamilo sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel menggantikan Tautoto Tana Ranggina.

Pelantikan Ashari sebagai Pj Sekprov berdasarkan surat penunjukan pengangkatan Pejabat Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang ditandatangani oleh Cahyo Kumolo. Surat bernomor 821/8045/83 bersifat disegerakan itu merujuk nama kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Ashari.

Ashari yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel ini, mengatakan jika pekerjaan baru telah menunggu dirinya setelah dirinya dilantik menjadi Pj Sekprov.

“Tugas pertama saya usai dilantik sebagai Pj Sekprov Sulsel adalah segera mempersiapkan lelang jabatan untuk eselon II Pemprov Sulsel. Saya harus mempersiapkan pembentukan tim seleksi (Timsel) untuk lelang jabatan bagi eselon II Pemprov,” terangnya, Selasa (9/10).

Hal itupun diakui Gubernur NA. Kata dia, putra daerah Jeneponto itu akan ditugaskan untuk mempersiapkan dan mengurus lelang jabatan atau seleksi terbuka calon Sekprov definitif. Hal itu bersinergi dengan kapasitasnya sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel.

“Nanti dia (Ashari) jadi bagian dari tim seleksi terbuka (lelang jabatan) Pemprov Sulsel,” ulasnya.

Sebelumnya, penunjukan Ashari sebagai Pj Sekprov menimbulkan pro kontra di lingkup Kantor Gubernur Sulsel. Termasuk dari segi kepangkatannya. Ashari tercatat sebagai ASN golongan IVc. Sementara masih banyak pejabat dilingkup Pemprov Sulsel yang punya golongan lebih tinggi dari itu, yakni golongan IVd.

Sehingga banyak kalangan yang menilai jika dilihat dari kepangkatan maupun kriteria, Ashari dinilai belum bisa untuk menjabat Pj Sekprov apalagi ikut lelang jabatan untuk posisi Sekprov definitif. Selain itu, Pj Sekprov dalam hal ini juga tidak bisa ikut lelang jabatan karena menjadi bagian dari timsel.

Sementara, Tautoto Tana Ranggina yang lengser dari jabatan Pj Sekprov, dinilai bisa ikut bertarung memperebutkan jabatan Sekprov definitif jika dia berkeinginan. Pasalnya, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel ini sudah tidak menyandang sebagai Pj Sekprov.

Terkait polemik penunjukan Pj Sekprov ini, pengamat pemerintahan Aswar Hasan mengatakan jika penunjukan Ashari sebagai Pj Sekprov sudah sesuai prosedur, sebab yang memilih adalah Mendagri, bukan Gubernur Sulsel.

“Kan yang diusulkan ke Mendagri, ada tiga nama, kemudian ditentukan siapa yang memenuhi kriteria untuk posisi itu, jadi bukan gubernur. Tapi saya tidak tahu kalau gubernur bisa campur tangan dan mempengaruhi keputusan Mendagri,” ungkap Aswar.

Dia pun melanjutkan, bahwa tidak ada masalah jika pejabat yang ditunjuk sebagai Pj Sekprov golongannya masih lebih rendah dari beberapa pejabat senior lainnya.

“Jadi tidak perlu pejabat yang golongannya lebih senior. Yang layak memerintah bukan pangkat melainkan jabatan. Biasanya orang diangkat karena dianggap cakap dalam jabatan itu. ASN kan harus tunduk melaksanakan tugas berdasarkan perintah jabatan. Tidak ada masalah saya pikir,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah Kemendagri, Soni Sumarsono mengatakan masa jabatan Ashari sebagai Pj Sekprov selama tiga bulan.

Dalam surat persetujuan pengangkatan penjabat sekretaris daerah Sulsel disebutkan, berdasarkan ketentuan peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2018, pada pasal 5 ayat (3) disebutkan, masa jabatan penjabat sekretaris daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), paling lama 6 bulan dalam hal Sekretaris Daerah tidak bisa melaksanakan tugas, atau paling lama 3 bulan dalam hal terjadi kekosongan sekretaris daerah. (*)


div>