SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Hari Ini CPNS Mulai Tes SKD, 6.580 Peserta Beradu Nasib

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

Iskanto

Rabu , 07 November 2018 08:00
Hari Ini CPNS Mulai Tes SKD, 6.580 Peserta Beradu Nasib

Tes CPNS (ilustrasi)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak 6.580 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Pemerinmtah Provinsi Sulsel hari ini, 7 November mulai menjalani tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan akan berakhir 10 November mendatang.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makassar, Sayadi mengatakan, jika jadwal tes seleksi CPNS dimulai tanggal 7 November (hari ini). “Jadi sudah sesuai jadwal yang diedarkan,” ujar Sayadi, Selasa (6/11).

Sayadi memaparkan jika seleksi CPNS berlokasi di Kantor Regional (Kanreg) IV BKN Makassar, Jalan Paccerakkang nomor 3 Makassar. “Hari pertama tanggal 7 ada empat sesi, satu sesi dijadwalkan 350 peserta,” ungkapnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Ashari F Radjamilo menjelaskan, menjelaskan, ada sejumlah persyaratan yang wajib diikuti peserta seleksi saat ujian SKD. Beberapa di antaranya, peserta hadir paling lambat 90 menit sebelum tes dimulai.

Harus membawa kartu peserta ujian CPNS. Kartu Tanda Penduduk/Kartu Keluarga/surat keterangan asli yang telah melakukan perekaman kependudukan dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Kelengkapan administrasi tersebut ditunjukkan kepada panitia.

Peserta juga sesuai dengan foto yang ada di kartu peserta ujian. Diwajibkan memakai pakaian yang rapi dan sopan. Ketentuannya, kemeja warna putih tanpa corak, celana/rok panjang warna hitam dan sepatu pantofel warna hitam.

Bagi peserta yang menggunakan hijab, memakai hijab warna hitam polos pada saat pelaksanaan SKD. Baju kaus, celana jins dan sandal tidak diperkenankan. Bagi peserta yang terlambat tidak diperkenankan masuk dan mengikuti tes. Mereka pun langsung dinyatakan gugur.

Peserta hanya diperbolehkan membawa kartu peserta ujian/KK, atau surat keterangan dan alat tulis berupa pensil ke dalam ruang tes. Di dalam ruangan, peserta dilarang membawa buku, catatan, pulpen, kalkulator, jam tangan, telepon genggam, kamera dan segala bentuk barang elektronik lainnya.

“Mereka juga dilarang membawa makanan dan minuman. Apalagi senjata api/tajam atau sejenisnya,” ungkap lelaki yang akrab disapa Karaeng Jaja ini.

”Selain itu, peserta juga dilarang memakai perhiasan berlebih. Jadi kalau ada yang menggunakan aksesori, terutama emas, sebaiknya dilepas sebelum masuk ke ruangan tes,” sarannya.

Menurut Ashari, sanksi yang diberikan kepada pelanggar tata tertib bisa berupa teguran lisan oleh panitia, sampai dibatalkan sebagai peserta tes.

Sementara peserta tes yang kedapatan membawa alat komunikasi (gawai), kamera dalam bentuk apapun, serta melanggar tata tertib dianggap gugur dan dikeluarkan dari ruangan tes.

Bila ditemukan adanya orang pengganti (joki), maka peserta dan orang pengganti tersebut akan dilaporkan kepada pihak berwajib untuk diproses secara hukum dan peserta dinyatakan tidak lulus.

”Jika ada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif apa pun, maka hal tersebut merupakan tindakan penipuan dan di luar tanggung jawab panitia,” tandasnya.

Pemprov Sulsel mendapat kuota 401 formasi CPNS 2018. Terdiri dari dua kategori, yakni formasi khusus dan umum. Formasi khusus masing-masing lulusan cumlaude sebanyak 12 formasi, disabilitas empat formasi, dan eks tenaga honorer K2 1 formasi.

Untuk formasi umum, yakni tenaga guru sebanyak 184 formasi, kesehatan 124 dan tenaga teknis 76 formasi. Pendaftar formasi guru sebanyak 2.470 orang, kesehatan 2.997 orang. dan teknis 2.746 orang. (*)


div>