MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Hari Kartini, Kabag BPPPA Harap Perempuan Tak Terpenjara di Sini

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 21 April 2016 14:57

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Momentum peringatan hari kartini di kota Makassar, Sulsel dimeriahkan oleh berbagai kegiatan. Mulai lomba pakai
kebaya, masak,diskusi, aksi bagi bunga hingga kegiatan lainya.

Kepala Badan Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Kota Makassar, Andi Tenri Palallo mengatakan momentum hari kartini kaum
perempuan menjadikan sebagai renungan untuk mengavaluasi diri dalam menjawab problematika sossial.

“Tentu saya mengucapkan selamat hari kartini, semoga melalui momentum spesial ini kaum perempuan menjadikan sebagai renungan agar bangkit
dari keterpurukan yang selama ini terpenjara oleh budaya, kasur,
sumur, dan dapur,” ujarnya usai aksi bagi bunga di Flyover, Kamis
(21/4).

Menurut mantan Kabag Humas Makassar ini, Perempuan dibahas bukan untuk dihina, tapi justru untuk diangkat harkat dan martabat yang dahulu lebih dianggap renda dibawa dari pria.

“Karena hal demikian bukan wacana, tapi ada bukti otentik dan dokmen sejarah. Bahwa perempuan sejak sebelum kemerdekaan selalu dianggap
posisi tempatnya di kasur, sumur dan dapur,” tuturnya.

Tak bisa dipungkiri, dalam kurun waktu tahun terakhir, wanita
dihadapkan pada era perkembangan modern, yang sulit untuk dihindari.
Ekses dari masa yang disebut modern ini muncullah banyak wanita karir yang kebablasan dalam segala levelnya. Jumlah mereka kian hari kian bertambah. Boleh dibilang nyaris tidak ada jenis profesi yang belum dirambah kaum hawa.

Walhasil, eksistensi sebagai ratu rumah tangga yang membawa kedamaian dalam lingkupnya, berangsur-angsur memudar. Begitupun tugas sebagai
ibu dari anak-anaknya mulai terabaikan.

“Baik dari segi pendidikan, ekonomi, pemerintahan, politik, perempua sulit mendapat ruang. Bahkan realitas saat ini perempuan mengalami kekerasan, KDRT hingga kekerasan seksual. Hal ini harus dijawab dan diatasi kaum perempuan saat ini,” ucapnya.

Kabag Pemberdayaan perempuan ini menambahkan, pesatnya pembangunan
daerah bahkan negara tidak terlepas dari peran perempuan. Meskipun tidak menempati posisi strategis di lembaga pemerintahan, namun
keberhasilan membangun negara tetap ada campur tangan perempuan.

“Dalam sebuah hadis, perempuan merupakan tiang negara. Apabila rusak perempuan dalam suatu negara, maka akan rusak pula negara tersebut. Apabila baik perempuan di suatu negara, maka baik pula negara
tersebut,” sebutnya.

Kiprah perempuan membangun daerah dan negara jangan dilihat dari perannya di dunia pemerintahan maupun di lembaga politik. Namun bagaimana dia mendidik anak-anaknya sehingga berguna bagi bangsa dan negara.

“Saya berharap kiprah perempuan terus digaunggan agar emansipasi gender bisa terjawab,” harapnya.


Tag
  • hari kartini
  •  
    div>