MINGGU , 16 DESEMBER 2018

Hari Kedua Longsor, BPBD Salurkan Logistik

Reporter:

hur

Editor:

Rabu , 20 April 2016 17:05

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Memasuki hari kedua bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Parombean pada Selasa (19/4) dini hari, korban yang mengungsi kembali bertambah 105 Kepala Keluarga (KK), sehingga total yang mengungsi hingga hari kedua menjadi 116 KK, Rabu (20/4).

Jumlah yang bertambah tersebut, menyusul gunung Lempo yang sehari sebelumnya longsor, kembali terbelah sekitar 100 meter. Hal ini disebabkan curah hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Enrekang melalui Bupati Enrekang memperpanjang status tanggap darurat menjadi enam hari, terhitung sejak tanggal 20 April 2016.

Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Enrekang turun ke lokasi membantu mengevakuasi korban, serta menambah tenda pengungsian. Begitu juga kantor dinas PU yang menurunkan alat beratnya. Sementara, Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang sudah turun memeriksa kesehatan korban dan menyalurkan bantuan obat-obatan. Sedangkan Dinas Sosial sudah menyiapkan dapur umum.

Sementara, hari ini, Rabu (21/4), BPBD Kabupaten Enrekang kembali menyalurkan bantuan logistik berupa bahan makanan dan pakaian. Selain itu, BPBD Kabupaten Enrekang membuka posko bantuan 24 jam.

“Semua SKPD dan siapapun yang ikut peduli sangat diharapkan untuk menyalurkan bantuan korban bencana tanah longsor di Desa Parombean. Bantuan tersebut dikoordinir di kantor BPBD Kabupaten Enrekang,” kata Benny Manjsur.

BPBD Provinsi Sulawesi Selatan juga sudah menyalurkan bantuan logistik untuk korban tersebut. “Saat ini saya sudah ada di kantor BPBD Provinsi Sulawesi Selatan untuk menerima bantuan logistik,” lanjut Benny Manjsur

Rencananya, Bupati dan Wakil Bupati Enrekang hari ini akan meninjau langsung lokasi kejadian.


div>