RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Indonesia Pencemar Laut Terbesar Ke-2

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 05 Juni 2018 15:30
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Indonesia Pencemar Laut Terbesar Ke-2

Indonesia penghasil sampah terbesar di laut (The Times)

RAKYATSULSEL.COM – Tanggal 5 Juni 2018 didaulat sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Namun masih ada beberapa pekerjaan rumah bagi negara-negara ini untuk memperbaiki lingkungan mereka. Foto-foto yang tersebar di dunia maya mengenai sungai-sungai yang tercemar oleh sampah di beberapa negara terlihat mengejutkan.

India termasuk dalam 14 kota yang paling tercemar sampah plastik di dunia. Menurut World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia, India menjadi fokus penting untuk menyelesaikan masalah lingkungan hidup di sana.

Saluran di Ibu Kota India, New Delhi tersumbat dengan plastik. Sementara jalan-jalan dipenuhi dengan kantong sampah dan sungai penuh dengan limbah dan polusi.

Terlalu banyak sampah di laut sampai ikan paus terpaksa makan sampah (Inter Aksyon)

Saluran pembuangan limbah di daerah kumuh tersumbat dengan plastik, dan penduduk bercerita tentang kehidupan mereka di sekitarnya. Ram Nath, 40 tahun, mencari nafkah dari memilah sampah yang dapat didaur ulang, seperti botol plastik.

Ia mendaur ulang sampah-sampah yang diambil dari Sungai Yamuna di India. Yamuna adalah salah satu sungai paling suci di India, tetapi juga salah satu yang paling tercemar.

Di Manila, Filipina, Sungai Pasig dianggap sebagai salah satu yang paling tercemar di dunia karena banyaknya sampah yang dibuang di dalamnya. Meskipun tercemar, sungai ini tetap menjadi tempat berenang yang populer untuk anak-anak dan orang-orang di daerah tersebut.

Para relawan lingkungan di Filipina menyerukan kepada pemerintah untuk merehabilitasi sungai. Mereka telah membentuk Komisi Rehabilitasi Sungai Pasig, tetapi usahanya tidak semakin baik dari waktu ke waktu

Selain Manila, Indonesia telah digolongkan sebagai pencemar laut terbesar kedua di dunia, tepat di belakang Tiongkok. Laporan menunjukkan Indonesia memproduksi 187,2 juta ton sampah plastik setiap tahun.

Indonesia kekurangan infrastruktur yang diperlukan untuk mengelola limbah mereka secara efektif. Masalahnya telah menjadi begitu parah sehingga tentara ikut dipanggil untuk membantu membersihkan sungai-sungainya, yang tersumbat dengan botol, tas, dan kemasan plastik.

Menurut penelitian, mungkin akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di laut pada tahun 2050 di dunia. Partikel plastik mungkin ada dalam makanan laut yang kita konsumsi sebab ikan di laut mengkonsumsi plastik yang dilapisi bakteri dan alga.

(iml/JPC)


div>