KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

Harmansyah: Mungkin CRC Lelah

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 09 Agustus 2017 10:05
Harmansyah: Mungkin CRC Lelah

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Staf Ahli Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), Harmansyah menanggapi serius komentar Ketua DPD Gerindra Sulsel Idris Manggabarani (IMB) yang menganggap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra tersebut tidak serius maju di Pilkada Wajo 2018.

Gerindra sendiri menggandeng Celebes Research Center (CRC) untuk melakukan survei terhadap kandidat yang akan maju di Pilkada Wajo dan mendaftar di partai berlambang kepala burung garuda tersebut.

Harmansyah mengatakan, jika hasil survei CRC yang menempatkan AIA di posisi kesekian dengan tingkat popularitas 21 persen sangat tidak logis. Sebab kata dia, AIA pada Pileg 2014 lalu meraih 44 ribu lebih suara di Wajo yang mengantarnya duduk sebagai legislator di Senayan.

“Saya hanya mau bilang, mungkin CRC dan para surveyornya lelah, sehingga mereka khilaf yang membuat hasil survei terhadap AIA sangat tidak masuk akal, apalagi mereka melakukan survei di 12 daerah yang berpilkada di Sulsel termasuk Pilgub,” kata Harmansyah, Selasa (8/8).

Menurut Harmansyah, apa yang dilakukan CRC hampir sama persis saat Pileg 2014 lalu. Dimana CRC dua pekan sebelum pemilihan memposisikan elektabilitas AIA berada di deretan bawah dan mustahil duduk atau mendapatkan kursi di DPR RI. Namun ternyata hasilnya sangat jauh berbeda dengan hasil yang dikeluarkan KPU. AIA berhasil duduk sebagai Anggota DPR RI dari fraksi Partai Gerindra.

“Hasil survei CRC kala itu (Pileg 2014) kita anggap sebuah kekhilafan, makanya kami tidak ingin khilafan itu terjadi dua kali dengan menganggap jika AIA tak punya peluang menang di Pilkada Wajo 2018, mengingat masa pemilihan masih sangat lama sekali yakni 10 bulan lagi,” ujar Ketua Bidang OKK Hipmi Sulsel ini.

Harmansyah mengingatkan, agar CRC tidak asal-asalan mempublish hasil survei yang justru tidak bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan dirinya berani menantang CRC untuk merasionalisasikan hasir survei 21 persen tingkat popularitas AIA.

[NEXT-RASUL]

“Secara analisa kami, masa Anggota DPR RI yang terpilih 2014 tak mengalami peningkatan popularitas, ini sangat tidak masuk akal,” jelasnya.

Hal senada juga dilontarkan Manager PT Global Riset Indonesia (GRI), Al Gazali. Pria yang akrab disapa bang Gess ini justru menilai jika peluang AIA menang di Pilkada Wajo justru besar.

Bahkan dirinya tak segang menyebutkan jika hasil survei CRC yang menempatkan popularitas AIA di angka 21 persen tidak masuk akal. Sebab kata Bang Gess, jika melihat hasil suara AIA di Pileg 2014 khusus di Wajo, maka minimal popularitasnya berada di angka 35 persen.

“Ini pengalaman kajian riset, jika popularitas sesorang itu tidak akan turun bahkan terus meningkat. Sementara popularitas dengan elektabilitas itu irisannya sangat dekat. Nah, jika melihat DPT Wajo sekarang sebanyak 320.868, maka popularitas AIA di Pileg 2014 dengan raihan suara 44 ribu lebih dikisaran 20 persen.

“Itu di tahun 2014 dan tiap tahun akan mengalami peningkatan, sehingga jika saat ini masih di angka 21 persen itu sangat tidak logis menurut saya. Seyogyanya jika pengalaman survei maka saat ini popularitas AIA minimal di angka 35 persen,” ujar pria berlatar belakang akademisi ini.

Jangan sampai, lanjut Bang Gess, CRC menghitung popularitas kandidat dengan hanya berpatokan pada tingkat partisipasi pemilih di Pileg yang mencapai 70 persen. “Ya kalau CRC mau berani, ayo kita buka-bukaan dengan mengundang media untuk memaparkan hasil riset dan rasionalisasi hasil survei ini,” tantangnya. (uki)


Tag
  • CRC
  •  
    div>