RABU , 14 NOVEMBER 2018

Harmansyah: Mungkin CRC Lelah

Reporter:

Editor:

Lukman

Selasa , 08 Agustus 2017 22:32
Harmansyah: Mungkin CRC Lelah

Harmansyah

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Staf Ahli Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), Harmansyah menanggapi serius komentar Ketua DPD Gerindra Sulsel Idris Manggabarani (IMB) yang seolah-olah menggambarkan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra tersebut tidak potensial dalam ikut kontestan di Pilkada Wajo 2018. Gambaran ini berdasarkan hasil survei yang menempatkan AIA di posisi popularitas baru 21 %.

Gerindra sendiri menggandeng Celebes Research Center (CRC) untuk melakukan survei terhadap kandidat yang akan maju di Pilkada Wajo dan mendaftar di partai berlambang kepala burung garuda tersebut.

Harmansyah mengatakan, jika hasil survei CRC yang menempatkan AIA di posisi kesekian dengan tingkat popularitas 21 persen sangat tidak logis. Sebab kata dia, AIA pada Pileg 2014 lalu meraih 44 ribu lebih suara di Wajo yang mengantarnya duduk sebagai legislator di Senayan.

“Saya hanya mau bilang, mungkin CRC dan para surveyornya lelah, sehingga mereka khilaf yang membuat hasil survei terhadap AIA sangat tidak masuk akal, apalagi mereka melakukan survei di 12 daerah yang berpilkada di Sulsel termasuk Pilgub,” kata Harmansyah, Selasa (8/8).

Menurut Harmansyah, apa yang dilakukan CRC hampir sama persis saat Pileg 2014 lalu. Dimana CRC dua pekan sebelum pemilihan memposisikan elektabilitas AIA berada di deretan bawah dan mustahil duduk atau mendapatkan kursi di DPR RI. Namun ternyata hasilnya sangat jauh berbeda dengan hasil yang dikeluarkan KPU. AIA berhasil duduk sebagai Anggota DPR RI dari fraksi Partai Gerindra.

“Hasil survei CRC kala itu (Pileg 2014) kita anggap sebuah kekhilafan, makanya kami tidak ingin khilafan itu terjadi dua kali dengan menganggap jika AIA tak punya peluang menang di Pilkada Wajo 2018, mengingat masa pemilihan masih sangat lama sekali yakni 10 bulan lagi,” ujar Ketua Bidang OKK Hipmi Sulsel ini.

“Pencapaian AIA pada waktu itu lebih dari 20 persen dari jumlah partisipasi pemilih dan menghampiri 20 persen dari jumlah DPT yang orang biasa sebut elektabilitas, jadi masa sih yang mengenal AIA semua memilih beliau pada saat itu, kalau kita tarik dengan gambaran hasil popularitas saat ini yang hanya 21 %, dan masa Anggota DPR RI yang terpilih 2014 tak mengalami peningkatan popularitas, ini sangat tidak masuk akal,” sambungnya. (*)


div>