RABU , 14 NOVEMBER 2018

Hasan Hamido Dicopot, 15 DPC Ancam Mundur

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

asharabdullah

Selasa , 05 Juni 2018 10:15
Hasan Hamido Dicopot, 15 DPC Ancam Mundur

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel, Surya Darma, mencopot Hasan Hamido dari jabatannya sebagai Ketua PKS Makassar.

Ironisnya, pencopotan tersebut hanya disampaikan Surya Darma via pesan aplikasi WhatsApp.
Saat dikonfirmasi, Hasan Hamido membenarkan pencopotan dirinya sebagai Ketua PKS Makassar. Dia dihubungi Ketua DPW PKS Surya Darma, melalui pesan WhatsApp.

“Iya tadi saya mendapat WA dari Ketua DPW Sulsel terkait surat tersebut, juga ucapan terima kasih atas kepengurusan selama ini,” ungkap Hasan, Senin (4/6).

Ia mengaku tidak mengetahui alasan pencopotan dirinya, sebab tidak mendapatkan penjelasan dari DPW. Iapun menyesalkan sikap Ketua DPW Sulsel, mengingat PKS punya mekanisme yang jelas, sehingga seharusnya dijalankan sesuai prosedur yang berlaku.
“Kita kan punya mekanisme yang jelas,” ujarnya.

Pencopotan Hasan Hamido juga dibenarkan Wakil Sekertaris Umum (Wasekum) DPW PKS Sulsel, Rusdi ST. Ia juga mengaku bingung, karena alasan pencopotan tidak jelas dan Hasan Hamido juga tidak melakukan pelanggaran.

“Iya benar. Tidak jelas dan tidak ada pelanggaran,” kata Rusdi, saat dikonfirmasi terpisah.

Sementara, Pengurus DPW PKS Sulsel, Anwar Faruk, mengatakan, pergantian DPD PKS Makassar adalah wewenang DPP bukan DPW. Ketua DPW PKS Sulsel, Surya Darma, intens menelepon Hasan Hamido untuk diberitahukan soal penggantian dirinya.

“Iya sudah ada penggantian di DPD Makassar, jadi itu bukan keinginan DPW PKS Sulsel, tapi perintah DPP. Karena telepon Ustadz Surya Darma tidak direspon, sehingga beliau sampaikan melalui WhatsApp,” ungkapnya.

Soal gejolak yang timbul atas penggantian tersebut, Anwar mengaku, dalam dunia politik hal itu biasa saja. “Wajar-wajar saja, tetapi percayalah bahwa pelan-pelan mereka akan menerima keputusan tersebut,” tuturnya.

Pencopotan Hasan Hamido tersebut, menimbulkan gejolak di kalangan internal PKS terutama Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS se Makassar. Koordinator DPC PKS, Khaerul, mengatakan, 15 DPC akan menyatakan mundur.

“Kami menolak keputusan pergantian tersebut, dan kami akan mundur bersamaan dengan pergantian pengurus DPD PKS Makassar saat ini,” ancam Khaerul.

Ketua DPC Tamalanrea ini juga menuding, Ketua DPW PKS Sulsel, Surya Darma, telah menggunakan tangan besinya.

“Kepengurusannya baru berusia satu minggu lebih, namun telah membuat keputusan kontroversi. Apa waktu secepat itu sudah bisa memberi evaluasi mendalam bagi pengurus DPD Makassar saat ini,” protesnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pakar Politik UIN Alaudin Makassar, Firdaus Muhammad, menilai, pergantian para ketua PKS menjelang Pilpres dan Pileg, diduga kuat sebagai akibat menjadi loyalis Anis Matta di Sulsel. Namun, hal itu lebih bersifat internal partai.

“Tetapi tentu terbangun beragam opini publik yang spekulatif terkait pilpres. Kalau benar terkait pilpres, berarti munculnya Anis bersifat personal maju pilpres bukan putusan partai,” singkatnya.
Sekedar diketahui, Surya Darma menggantikan Mallarangan Tutu sebagai Ketua DPW PKS Sulsel, pada 26 Mei lalu. (*)


div>