MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Hati-hati, Sebar Bahan Kampanye Bisa Berujung ‘Money Politic’

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Rabu , 19 September 2018 12:10
Hati-hati, Sebar Bahan Kampanye Bisa Berujung ‘Money Politic’

int

PAREPARE, RAKSUL-Para peserta pemilihan umum (Pemilu) 2019 wajib berhati-hati dalam menyebarkan bahan kampanye kepada masyarakat. Bahan kampanye yang dimaksud, seperti pamflet, poster, pakaian, penutup kepala, alat makan dan minum, kalender, kartu nama, pin, alat tulis, atau sejenisnya.

Peringatan untuk berhati-hati dalam penyebarluasan bahan kampanye terungkap dalam Sosialisasi Kampanye Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 23 dan 28 tahun 2018 yang digelar di ruang Media Centre KPU Parepare, Rabu, (19/9/2018).

Dalam sosialisasi yang dihadiri perwakilan partai politik (parpol) peserta Pemilu, Bawaslu, dan Kesbangpol ini diungkap tentang larangan menyebar pamflet atau bahan kampanye di luar pelaksanaan kampanye.

“Saya hanya ingin menginformasikan hati-hati dalam menyebarkan bahan kampanye karena bisa ‘money politic’. Segala sesuatu yang ingin disebar harus sepengatahuan Bawaslu,” ungkap Nur Islah, Devisi Pengawasan Bawaslu Parepare. 

Peringatan senada juga disampaikan Devisi Sosialisasi KPU Parepare, Mursalim. “Penyebarluasan pamflet, kartu nama, atau bahan kampanye diatur dalam PKPU 23 dan 28 tahun 2018. Hanya boleh dilakukan pada pertemuan terbatas, tatap muka atau rapat umum,” jelas Mursalim.  

Hanya saja Mursalim meminta Bawaslu bersikap bijak jika mendapati kasus penyebaran bahan kampanye dalam rentang waktu pertemuan kampanye

“Misalnya pulang dari pertemuan, lalu di jalan kita bertemu dengan keluarga atau teman, dan diberikan pamflet, apakah itu juga termasuk money politic. Untuk kasus seperti ini, sebaiknya memang harus kita sikapi secara bijak,” terang Mursalim.  

Selain itu, lanjut Mursalim, bahan kampanye juga dilarang ditempel di tempat ibadah, rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan, jalan-jalan protokol, jalan bebas hambatan, sarana dan prasarana publik, taman dan pepohonan.  

Dalam sosialisasi tersebut ditetapkan jadwal kampanye berlangsung 23 September hingga 13 April. (MP1/nia)


div>