SENIN , 22 OKTOBER 2018

Helat Raker, UMI Makassar Bahas Tiga Program Prioritas

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Iskanto

Kamis , 27 September 2018 12:30
Helat Raker, UMI Makassar Bahas Tiga Program Prioritas

Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, menggelar Rapat kerja (Raker) tahun 2018, Kamis (27/9) di Auditorium Al Jibra kampus II UMI.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, menggelar Rapat kerja (Raker) tahun 2018, Kamis (27/9) di Auditorium Al Jibra kampus II UMI.

Rektor UMI Makassar, Prof. Dr. Basri Modding mengatakan, maksud dan tujuan dari rapat kerja membahas banyak hal terkait program ubggylan Universitas ke depan.

Menurut Guru besar Fakuktas Ekonomi UMI itu, meski banyak isu akan dibahas. Namun, kata dia ada tiga program prioritas yang akan menjadi inti pembahasan pada Raker tahun 2018 ini.

“Saya ingin sampaikan bahwa program unggulan UMI yang akan dibahas, ada tiga program unggulan. Mudah-mudahan kita bisa laksanakan ke depan,” ujarnya.

Dijelaskan, program yang pertama adalah bagaimana pihaknya menjadikan UMI sebagai pusat pendidikan karakter nasional.

Kedua, kata dia adalah. Bagaimana pihak Fakuktas dan Universitas melakukan pengelolaan perguruan tinggi yang bermutu dan unggul.

“Misalnya, salah satu contoh kita akan kedatangan asesor untuk akreditasi institusi. Tentunya kita mengharapkan doa dari seluruh civitas akademika UMI mudahan ada perubahan akreditasi istitusi yang B menjadi A,” katanya.

Kemudian, lanjut dia, program unggulan yang ketiga adalah pihak UMI bertekad akan melengkapi syarat-syarat untuk mewujudkan UMI menuju World Class University di tahun depan.

“Dengan tiga program ini, tentu dikaitkan dengan tema rapat kali ini adalah (percepatan pencapaian reputasi UMI dengan inovasi, tata kelola dan aktualisasi, komitmen ke UMI an. Kita harus mulai dari prinsip transparansi prinsip keadilan tanggung jawab,” tuturnya.

Selain dari itu, mantan Direktur PPs UMI itu menambahakan dalam struktur organisasi mekanismenya harus jelas. Sehingga untuk mencapai tujuan dibutuhkan kerja sistematis.

Lanjut dia, bagaimana Kampus tertib administrasi, mulai dari unit yang paling bawah sampai kepada yayasan dan itu harus diatur dalam struktur.

“Banyak masalah, atau masih ada unit-unit masih ada unit-unit yang tidak berjalan sebagaimana yang kita inginkan. Di jurusan saja, ada fakultas di mana dosennya belum memenuhi apa yang diharapkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Wakaf UMI Makassar, H. Muh. Mokhtar Noer Jaya, SE, M.Si mengingatkan pihaknya akan mengupayakan agar akreditasi institusi UMI bisa mencapai A.

“Raker ini akan dibahas juga syarat apa yabg kurang.Harapan ke depan UMI menjadi kampus islam pertama akreditasi A,” harap dia.

Dijelaskan, hal yang akan dilakukan UMI ke depan layanan literasi akademik dan non akademik. Serta sistem pengelolaan sarana prasarana sumber daya manusia di tingkatkan.

“Jumlah mutu pendidikan kepada masyarakat, di situ akademik kemudian pola pembinaan mahasiswa yang secara sistematis yang berperan memberikan dukunganl peningkatan mutu lulusan nanti,” katanya.

Diharapkan, melalui optimalisasi dapat memberikan penyegaran, pembaharuan, pelayanan serta upaya lain secara konstruktif mendukung peningkatan mutu pelayanan pegawai secara periodik

Lanjut dia, pihaknya telah melakukan upaya-upaya perbaikan berbagai penyelenggaraan, pembinaan perguruan tinggi. Tetapi masih tetap diperlukan upaya-upaya lebih lanjut untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.

“Untuk melakukan penyempurnaan terhadap berbagai aspek seperti mencari alternatif solusi yang akan digunakan sebagai kebijakan lembaga pada masa datang,” tuturnya.

Ditambahakn, meningkatkan mutu tata kelola penyelenggaraan pendidikan tinggi sendiri, agar diperoleh semangat kebersamaan.

Hasil rapat kerja ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk semua dosen karyawan tetap secara keseluruhan. Bagi dosen diharapkan dapat memahami berbagai kebijakan dalam penyelenggaraan pendidikan.

Hasil Raker untuk meningkatkan mutu pembelajaran kegiatan dalam semangat ukhuwah kebersamaan, sehingga dapat meningkatkan mutu kesehatan bagi karyawan tenaga kependidikan dan meningkatkan kinerja layanan berdasarkan komitmen,” pungkasnya. (*)


div>