RABU , 14 NOVEMBER 2018

Hendak Kirim Sabu Lewat Sepatu Tidak Bisa Kelabui Polisi

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 12 April 2017 14:32
Hendak Kirim Sabu Lewat Sepatu Tidak Bisa Kelabui Polisi

Kasat Narkoba Polres Luwu Timur, AKP Abd Samad (kanan) bersama tersangka pengedar sabu-sabu yang berhasil diamankan, Selasa sore (11/4). foto: rahim/rakyatsulsel.

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Polres Luwu Timur kembali menangkap pengedar Sabu-sabu. Pelakunya adalah Irsan alias Icang dan Rasid ditangkap di Desa Tarenggek, Kecamatan Wotu, Selasa sore (11/4).

Dari keduanya barang bukti yang diamankan berupa paket sabu-sabu seberat 3 gram, puluhan bungkus saset narkoba yang kosong serta dua buah bong.

Informasi dari Kasat Narkoba Polres Luwu Timur, AKP Abd Samad, Rabu (12/4), menerangkan, pelaku ditangkap setelah polisi mengamankan terlebih dahulu barang buktinya.

Dijelaskan, sebelum membekuk pelaku, salah seorang pemilik jasa angkutan bus Luwu Timur-Bungku, Sulawesi Tengah, menelepon Polsek Wotu karena curiga dengan sebuah paket barang yang akan dikirim ke Bungku, Sulawesi Tengah.

Kecurigaan muncul setelah Icang si pengirim barang tersebut mendesak pihak jasa transportasi tersebut harus cepat-cepat mengirim barangnya. Akhirnya, pemilik jasa transportasi menelepon anggota Polsek Wotu untuk menggeledah paket yang akan dikirim ke Bungku. Pada bungkusan paket tersebut tertulis jelas akan di kirim kepada Hj Yuni di Bungku.

Setelah dibuka ternyata isinya sepasang sepatu anak-anak yang masih baru, setelah diperiksa secara cermat ternyata di sisi kotak sepatu ada terselip satu saset sabu-sabu seberat 2,75 gram.

Setelah mengamankan sabu-sabu tersebut anggota Polisi langsung bergerak cepat ke rumah Icang di Wotu, tetapi ternyata saat itu pelaku tidak di rumahnya melainkan di rumah rekannya Rasyid di Desa Tarenggek.

[NEXT-RASUL]

Saat di grebek ternyata Icang ada di dalam rumah tersebut. Tak hanya itu Polisi juga menangkap basah Rasyid yang tengah mengemas paket mini berisi sabu-sabu seberat 0,88 gram yang siap diedarkan.

Keduanya langsung digiring ke Polres Luwu Timur untuk menjalani proses hukum.

“Keduanya sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan tentunya kita akan melakukan pengembangan kasus. Kalau soal dari mana asal barangnya masih dari Kabupaten Sidrap juga,” jelas Samad. (***)


div>