RABU , 21 NOVEMBER 2018

Hentikan Bullying dan Kekerasan Anak!

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 04 Agustus 2017 10:51
Hentikan Bullying dan Kekerasan Anak!

Syahrul Yasin Limpo. foto: ist for rakyat sulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Maraknya kasus bullying dan kekerasan pada anak, turut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, meminta agar semua pihak berperan dalam menghentikan segala bentuk bullying dan kekerasan anak.

Syahrul menekankan pentingnya perhatian orang tua, tenaga pendidik, maupun perusahaan terhadap pemenuhan kebutuhan anak. Bullying, kekerasan, dan ketidakpedulian pada anak harus dihilangkan.

“Peringatan Hari Anak Nasional ini bukan karena perintah, tetapi karena panggilan nurani. Jika ada orang tua, pengusaha, tokoh pendidik tidak peduli pada terciptanya kasih sayang dan kebahagiaan anak, tidak cocok itu di Sulsel,” tegas Syahrul, di sela-sela Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Sulsel, di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (3/8).

Ia juga menginstruksikan agar semua perusahaan atau pusat bisnis harus memiliki fasilitas untuk anak. Baik itu tempat bermain, maupun ruang menyusui.

“Periksa mal-mal, adakah tempat anak-anak berkasih sayang. Di perusahaan-perusahaan, adakah tempat menyusui. Sulsel harus jadi provinsi pelopor kasih sayang anak,” tegas Syahrul, yang juga mendapat penghargaan sebagai Gubernur Penggerak Kabupaten/Kota Layak Anak tersebut diberitakan Rakyat Sulsel, Jumat (4/8).

Sementara, Kepala Dinas Pemberdaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulsel, Andi Murlina, berharap pada orang tua tidak membatasi hak-hak anak. Seperti memberikan waktu belajar, bermain, dan lain sebagainya.

“Kami tidak berharap banyak, cukup bisa memenuhi hak-hak anak, tidak ada kekerasan. Karena pendidikan dasar seorang anak berasal dari orang tua itu sendiri,” tuturnya.

[NEXT-RASUL]

Acara peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Sulsel ini, dimulai dengan devile dan atraksi anak dari 24 kabupaten/kota se Sulsel. Ditampilkan pula sejumlah permainan tradisional seperti ma’ dende, ma’goli, ma’ benteng, gassing, ma’goli, dan ma’ longga.

Selain itu, juga diserahkan penghargaan Percontohan Sekolah Ramah Anak pada SD Pertiwi, SD IT Ar-Rahmah, SMP 17 Makassar, dan SMA 17 Makassar. Gubernur Sulsel juga menandatangani pembentukan Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Provinsi Sulsel. (***)


div>