MINGGU , 22 JULI 2018

Herman Khaeron: Mentan Sudah Kerja Keras

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 25 Januari 2016 10:48

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, Herman Khaeron, Sabtu (23/1) pekan lalu, meninjau areal pertanian di Karawang Barat untuk memantau kesiapan produksi pertanian di Jawa Barat.

Dari hasil peninjauan tersebut, Herman melihat perkembangan yang sangat baik di sektor pertanian. “Saya lihat di Karawang akan segera panen, sementara di Subang baru mulai tanam, dan Indramayu posisinya ada yang mau panen dan baru mau tanam,” katanya via telepon selulernya kepada media (B2B).

Menyangkut adanya beberapa wilayah yang gagal panen, Herman menilai bahwa hal tersebut lebih disebabkan karena faktor eksternal. “Saya kira, kondisi tanam dan panen yang tidak serempak, lebih disebabkan oleh faktor eksternal yakni cuaca. Bukan karena ketidaksiapan Kementerian Pertanian dalam mendorong peningkatan produksi pertanian,” ujarnya.

Herman menegaskan bahwa apa yang telah dilakukan Menteri Pertanian, Andi Amran dan jajaran kementeriannya dalam meningkatkan produksi pangan untuk mencapai kedaulatan pangan, sudah sangat baik.

“Saya hanya perlu ingatkan bahwa kondisi ini jangan lagi mendorong pihak-pihak tertentu untuk melakukan impor pangan. Kasihan petani. Mereka sudah bekerja keras yang didukung penuh pemerintah. Mestinya disadari bahwa petani Indonesia saat ini cukup optimis untuk berproduksi, terutama karena petani dan instansi mau kerja keras membangun kedaulatan pangan bangsa, juga karena banyak peraturan yang mendukung,” tegas Herman.

Lebih jauh Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI ini menyatakan bahwa pembatasan impor pangan dalam UU Pangan No 18/2012 dan adanya aturan konversi lahan di UU No 41 Tahun 2009 tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, secara eksplisit telah mengakui hak asasi petani, dan telah disahkan tahun 2013 lalu.

Masalahnya sekarang, kata dia, tinggal implementasi. Menurutnya, Mentan harus kembali mengutamakan pertanian dalam kebijakan, sehingga menjadi dasar kerja bersama kementerian.

“Indonesia harus menjadi dapurnya pangan dunia dan bukan jadi koki pangan dunia. Semangat ini yang harus diusung oleh Mentan,” harapnya.

Dia menambahkan bahwa dalam penilaiannya, Mentan sudah kerja keras selama setahun ini dan hasilnya sudah terlihat. Tinggal dukungan semua pihak, khususnya dalam meningkatkan produksi pangan. Tapi saya sampaikan juga, jangan karena informasi tentang masa tanam dan masa panen yang tidak serentak, lantas pihak lain memanfaatkan situasi ini untuk melakukan impor beras,” tegas Herman Khaeron.


div>