SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Heroik, Pidato Kemenangan Taufan dan Pangerang Pasca Penetapan Penuh Haru

Reporter:

Editor:

Niar

Minggu , 12 Agustus 2018 22:21
Heroik, Pidato Kemenangan Taufan dan Pangerang Pasca Penetapan Penuh Haru

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Kemenangan hakiki bukan terletak pada hasil, namun pada proses, sebab proses dapat melahirkan kisah inspiratif, yang dapat dipetik sebagai pelajaran.

Demikian pula pada kisah kemenangan pasangan calon (paslon) Taufan-Pangerang (TP) sebelum akhirnya ditetapkan sebagai pasangan Wali Kota dan Wakil Walikota Parepare terpilih periode 2018-2023.

Wajar saja jika ribuan warga yang menghadiri dzikir dan doa bersama yang dihelat di Rumah Pemenangan, Cappa’ Galung, Minggu, (12/8/2018) terharu dan berkaca-kaca mendengar pidato kemenangan dari Taufan dan Pangerang.

“Saya sudah ikuti berbagai pilkada, namun ini pilkada yang paling berat, paling banyak tantangan, rintangan, memerlukan stamina politik yang panjang. Kesyukuran itu kemudian muncul karena kita diberikan seorang pemimpin yang diberi stamina kuat, ketegaran, kecerdasan, dan kemampuan yang luar biasa. Empat kali menghadapi gelombang besar, hidup hampir terhempas, namun Alhamdulillah kita dinahkodai pemimpin tangguh yang lahir di tengah-tengah ombak, beliau adalah Bapak Taufan Pawe,” demikian kutipan pidato kemenangan Pangerang Rahim, Wakil Wali Kota Parepare terpilih.

Warga semakin dibuat terenyuh, seketika mendengar pidato kemenangan dari Taufan Pawe. Ulasan perjalanan demi perjalanan yang dijegal berkali-kali, membuat pidato tersebut semakin mengharukan.

Berikut kutipan pidato kemenangan Taufan Pawe, Wali Kota Parepare terpilih. 

“Ini proses perjuangan yang sangat panjang. Saya diadili, disidang sampai jam 3 subuh. Alhamdulillah saya dinyatakan bebas dan tidak terbukti. Namun 2 hari setelah itu, keluar lagi putusan diskuakifikasi saya. Saya dicoret sebagai calon Wali Kota. Yaa Allah, kenapa mereka takut sekali melawan saya. 40 hari saya tidak bisa berbuat apa-apa dengan partai pengusungku. Saya berdoa Yaa Allah, jika doa saya tidak engkau ijabah, namun setidaknya ijabahlah doa rakyat saya. Masih banyak rakyat yang menginginkan saya memimpin Parepare. 

Saya pulang dari Umrah, saya dijemput polisi, di depan istri dan anak saya. Namun saya bilang saya tidak akan hina dengan kejadian ini. Haqqul yaqin, Taufan Pawe tidak bersalah mengurus rakyatnya. Pada akhirnya keluar pengukuman MA, terima kasih yaa Allah. Tidak lama, saya kembali diadili, saya didudukkan di kursi pesakitan. Sampai malam pemilihan saya masih diadili. Mereka lupa, di atas langit masih ada langit. Mullega betai kuasananna Puang Allah Taala. Tebbake tongengnge. Dia tidak pernah tidur, dia tidak tuli.

Allahu albar, allahu akbar, allahu akbar,” tutup Taufan mengakhiri pidato kemenangannya.  (nia)


div>