SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Hidup Timnas Indonesia!

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Minggu , 18 Desember 2016 10:44
Hidup Timnas Indonesia!

Para pemain Timnas Indonesia mendatangi bangku penonton suporter Indonesia usai acara penyerahan medali juara kedua bagi Indonesia di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, kemarin (17/12). foto: jpnn

BANGKOK – Setelah upacara pengalungan medali selesai, Boaz Solossa langsung berjalan ke sudut selatan stadion Rajamangala, Bangkok, tadi malam.

Langkah kapten Timnas Indonesia itu langsung diikuti oleh seluruh pemain. Dengan kepala tegak, mereka kemudian menghadap ratusan suporter Indonesia yang berada di atas tribun selatan itu.

“Atas nama pemain, kami meminta maaf karena belum memprsembahkan gelar juara untuk Indonesia,” kata Boaz dari bawah lapangan. “Kami juga berterima kasih atas semua dukungan yang diberikan kepada kami selama ini. Suatu saat nanti, gelar juara ini akan datang ke Indonesia,” kata striker Persipura itu.

Ucapan Boaz tersebut langsung disambut dengan tepukan tangan dan teriakan “Hidup Timnas Indonesia” dari para suporter di atas tribun.

Indonesia memang gagal, namun itu adalah pencapaian terbaik yang baru saja dibuktikan oleh Boaz dan kawan-kawan dengan masa persiapan yang sangat singkat, empat bulan.

Ya, tadi malam, ambisi skuad Indonesia untuk membawa pulang gelar Piala AFF 2016, akhirnya harus kandas di Stadion Rajamangala.

Ini setelah skuad Garuda, julukan Timnas, harus menyerah dengan skor dua gol tanpa balas. Semua gol tuan rumah tersebut dilesatkan oleh Siroch Chatthong masing-masing pada menit ke – 37 dan 47.

Alfred Riedl sendiri mengungkapkan bahwa, pertandingan tersebut sejatinya tidak begitu didominasi oleh tuan rumah.

[NEXT-RASUL]

“Sebenarnya kami sudah bermain dengan baik dalam laga ini. Namun, tuan rumah lebih beruntung dengan memanfaatkan peluang mereka di babak kedua,” kata pelatih asal Austria itu setelah laga.

Dalam laga tersebut, Gajah Perang, julukan Timnas Thailand, yang membutuhkan kemenangan untuk menggapai gelar kelima di Piala AFF, langsung bermain terbuka sejak menit awal.

Tekanan tersebut membuat pemain Indonesia harus lebih banyak bermain di area pertahanan untuk menahan gempuran dari Teerasil Dangda dan kawan-kawan.

Meski begitu, tim besutan Kiatisuk Senamuang itu membutuhkan waktu delapan menit untuk mendapatkan peluang.

Theerathon Bunmatan yang menusuk dari sisi kanan dan kemudian memberikan umpan kepada Dangda di tengah gawang yang berdiri tanpa pengawalaan. Namun, eksekusi pemain bernomor 10 itu masih melayang di atas mistar.

Meski begitu, Boaz dan kawan-kawan yang berusaha keluar dari tekanan juga bisa menciptakan peluang di menit ke-26.

Ini setelah Zulham Zamrun yang berhasil menusuk dari sisi kiri dan melewati pertahanan tuan rumah, mampu melepaskan teror ke gawang Kawin Thamsatchanan, kiper Thailand. Sayang, tendangan Zulham masih melenceng.

Sayang, pertahanan ketat Indonesia akhirnya bisa dibongkar oleh tuan rumah saat pertandingan memasuki menit ke-37.

[NEXT-RASUL]

Ini setelah bek Fachruddin Wahyudi Aryanto berusaha menghalau umpan silang dari sisi kiri serangan Thailand. Tapi, apa daya, bola hasi halauannya membentur pemain Thailand, Siroch Chatthong sehingga bola masuk ke gawang Indonesia.

Setelah turun minum, Chatthong kembali membungkam suporter Indonesia lewat gol keduanya di menit ke-47.

Nah, merasa tertinggal dua gol, Alfred Riedl langsung memasukan dua striker untuk memperkuat lini serang.

Lerby Eliandry masuk menggantikan Zulham Zamrun di menit ke-64 dan Ferdinand Sinaga menggantikan Rizky Pora sembilan menit kemudian.

Di ujung pertandingan, Kiatisuk Senamuang, pelatih Timnas Thailand tidak mampu menutupi kegembiraannya. Dalam sesi press converence, dia juga tidak henti-hentinya memuji tim besutannya yang baru saja mengembalikan kekalahan 1-2 mereka di first leg final lalu.

“Juara ini kami dedikasikan untuk Raja Rama ke sembilan dan Raja Rama ke sepuluh,” ujarnya.

Gelar juara kelima Thailand di Piala AFF tersebut kian lengkap lantaran mereka juga berhasil mengamankan dua gelar individu.

Yaitu, sang kapten Teerasil Dangda menjadi top scorer dengan enam gol, serta Chanatip Songkrasin dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam turnamen dua tahunan itu. (jpnn)


div>