Senin, 29 Mei 2017

Hindari Macet, Ini Strategi Polisi Atur Alur Massa 55 Menuju Istiqlal

Jumat , 05 Mei 2017 11:33
Ilustrasi aksi damai 4 November 2016.(*)
Ilustrasi aksi damai 4 November 2016.(*)

RAKYATSULSEL.COM – Guna melancarkan arus lalu lintas ketika aksi damai 55 berlangsung, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan mekanisme jalur yang khusus dilalui massa aksi. Polisi mengatur rute peserta aksi yang datang dari sejumlah daerah hingga menuju Masjid Istiqlal.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto menerangkan, mereka bekerja sama dengan sejumlah pihak guna mengamankan jalur yang menjadi akses massa aksi menuju Istiqlal.

Dia menuturkan, untuk kendaraan yang mengangkut peserta aksi simpatik 55 dari arah Tangerang dan Banten, bakal masuk lewat Jalan Tomang Raya. “Lalu menuju Jalan Caringin, Jalan Suryopranoto, Jalan Juanda sampai Jalan Pasar Baru,” kata dia, Jumat (5/5).

Lanjutnya menerangkan, kendaraan massa aksi bakal masuk ke Jalan Gedung Kesenian, Jalan Katedral, sampai Jalan Pejambon. Sebanyak 54 anggota lalu lintas bakal disebar di sepanjang titik tersebut.

Sementara massa dari arah Bekasi, kendaraan pengangkut massa aksi bakal masuk diarahkan lewat Tol Wiyoto Wiyono (Cawang-Tanjung Priok). Kendaraan akan keluar tol di kawasan Cempaka Putih lalu menuju Jalan R Suprapto, Jalan Senen Raya, Jalan Banteng Selatan, sampai akhirnya masuk kawasan Istiqlal di Jalan Pejambon. “Ada sebanyak 44 personel kepolisian lalu lintas disebar di sepanjang rute itu,” sambungnya.

Dia menambahkan, kendaraan dari arah Tangerang, Banten, dan Bekasi, bakal diarahkan parkir di Masjid Istiqlal. Jika sudah tidak tertampung, kendaraan massa akan diarahkan parkir di Lapangan Banteng.

Ditlantas, kata dia, memiliki dua peta jalur kendaraan massa aksi dari Bogor dan Depok. Pertama, lewat Jalan HR Rasuna Said Kuningan, kedua lewat Jalan Tomang Raya.

Rute kendaraan massa dari Bogor atau Depok yang masuk lewat Jalan Rasuna Said, bakal lurus ke arah Jalan Cokroaminoto hingga Jalan Sam Ratulangi. Kendaraan massa aksi lalu diarahkan menuju Jalan Cut Meutia, Jalan Menteng Raya, sampai di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Sementara untuk massa dari Bogor dan Depok yang masuk Jalur Tol Dalam Kota Gatot Subroto, kendaraan bakal keluar di Tomang Raya dan diarahkan ke Jalan Suryo Pranoto.

Selanjutnya, kendaraan akan mengarah ke traffic light Harmoni dan lurus ke Jalan Pos. Polisi akan mengarahkan kendaraan ke Jalan Medan Merdeka Timur diteruskan ke Jalan Medan Merdeka Selatan. Sebanyak 60 personel lalu lintas di sebar di rute ini.

Menurut dia, mereka sengaja mengarahkan kendaraan dari Bogor dan Depok ke Medan Merdeka Selatan. Karena, polisi berencana mengarahkan kendaraan agar parkir di IRTI Monas. Jika IRTI penuh, kendaraan dialihkan parkir di Lapangan Banteng.

Untuk kantung parkir kata Budiyanto mereka menyediakan tiga kantung parkir di sekitar titik aksi yang terpusat di Masjid Istiqlal. Pertama di Lapangan Banteng, bisa menampung 100 bus, 150 mini bus, dan 1.000 sepeda motor.

Sementara, kapasitas parkir di Istiqlal dipetakan bisa menampung 30 bus, 100 mobil mini bus, dan 500 motor. Di IRTI, diprediksi bisa menampung sekitar 30 bus, 100 mini bus, dan 500 sepeda motor.

Polisi juga menyiapkan mekanisme parkir di bahu jalan manakala kantung parkir tidak dapat menampung kendaraan massa aksi. Ada empat titik bahu jalan yang bisa jadi lokasi parkir peserta aksi.

Pertama di depan Markas Besar Angkatan Darat yang berlokasi Jalan Perwira. Lalu, bisa juga di Jalan Medan Merdeka Barat sisi timur, Medan Merdeka Selatan depan Balai Kota, dan Jalan Kebon Sirih (Traffic Light Garuda-Tugu Tani).
Rekayasa lalu lintas di Istana

Polisi juga kata dia sudah menyiapkan alih arus di objek vital yakni Istana Negara. Rencana pengalihan arus di sekitar Istana antara lain akses jalan dari Jalan Hayam Wuruk menuju Jalan Majapahit dialihkan ke kiri menuju Jalan Juanda.

Kendaraan dari arah Lapangan Banteng menuju Jalan Veteran bisa dialihkan ke Jalan Pos. Pengendara dari Jalan Gunung Sahari menuju Jalan DR Sutoyo diarahkan ke Jalan Senen Raya. Kemudian, arus lalu lintas dari Jalan Senen Raya menuju Jalan Budi Utomo diarahkan lurus ke Jalan Gunung Sahari.

Lalu lintas dari Jalan Medan Merdeka Timur menuju Jalan Medan Merdeka Utara dialihkan ke Jalan Perwira. Sementara kendaraan dari Simpang Lima Senen menuju RSPAD bakal diarahkan ke Jalan Senen Raya.

Arus lalu lintas dari arah Cikini Raya menuju Ridwan Rais dialihkan ke kanan menuju Jalan Kwitang Raya. Opsi lain, kendaraan dari Jalan Kwitang diputarbalikkan kembali ke Jalan Kwitang Raya. Lalu, kendaraan dari Jalan Kebon Sirih diarahkan ke Jalan Kwitang Raya.

Arus dari Jalan Jenderal Sudirman menuju Jalan Medan Merdeka Barat dialihkan ke Jalan Kebon Sirih atau Tanah Abang. Kendaraan dari Abdul Muis diluruskan ke Jalan Harmoni maupun Fachrudin. Lalu, pengendara dari Abdul Muis yang hendak menuju Jalan Museum diluruskan ke Jalan Fachrudin.