RABU , 24 OKTOBER 2018

Hindari Money Politic, Munaslub Golkar kok Diawali Setoran Uang?

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 13 April 2016 19:07
Hindari Money Politic, Munaslub Golkar kok Diawali Setoran Uang?

int

JAKARTA, JAKARTA.COM – Inisiator Generasi Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia ikut mempertanyakan komitmen penyelenggara Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar 2016, dalam menjauhi money politic. Itu terkait rencana menarik uang dari para kandidat calon masing-masing sebesar Rp 20 miliar.

Dikatakan Doli, bila benar panitia pengarah Munaslub menetapkan kebijakan adanya setoran dari para calon ketua umum, apalagi besarnya Rp 20 miliar, itu menandakan bahwa panitia tidak punya konsep untuk mewujudkan pelaksanaan Munaslub berkualitas.

“Alih-alih menindak lanjuti penjajakan kerjasama dengan KPK, PPATK, yang bisa membantu mewujudkan Munaslub bersih dan bebas money politics, malah langkah awalnya saja sudah salah memulai dengan isu uang,” kata Doli dalam siaran persnya, Rabu (13/4).

Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Bali ini menilai dengan ide tersebut, panitia Munaslub seakan tidak ingin membawa perubahan benar-benar terjadi di dalam tubuh Partai Golkar.

Padahal, sejak awal penetapan Munaslub sebagai penyelesaian konflik, kader partai beringin berkeinginan bahwa forum tersebut dijadikan momentum untuk mengkoreksi seluruh kelemahan dalam menata organisasi di masa sebelumnya.

Dia menambahkan, budaya setor menyetor itu tidak lazim, nilainya fantastis dan tidak baik bagi kelangsungan partainya ke depan karena bisa jadi yurespudensi bagi periode dan tingkatan kepengurusan partai hingga ke daerah.

“Dampak dari itu, dalam jangka panjang, maka Golkar akan sangat sulit melahirkan kader-kader yang punya kapasitas kepemimpinan yang kuat, karena akan selalu kalah dengan orang yang hanya punya banyak uang,” pungkas Wasekjen DPP Golkar hasil Munas Riau ini.(jpnn)


Tag
div>