RABU , 14 NOVEMBER 2018

Hingga Agustus, Kasus Amukan Si Jago Merah Capai 112 Kejadian di Makassar

Reporter:

Armansyah

Editor:

Iskanto

Sabtu , 08 September 2018 08:30
Hingga Agustus, Kasus Amukan Si Jago Merah Capai 112 Kejadian di Makassar

ILUSTRASI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM –  Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar mencatat ada sekira 112 kejadian kebakaran yang berhasil di padamkan hingga Agustus 2018. Bahkan data ini mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2017 lalu.

Hal tersebut dikatakan oleh, Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Damkar Makassar, Hasanuddin.

Meski ada penurunan, khusus di Agusutus, kasus kebakaran mencapai 40 kejadian. Hal ini menjadi kebakaran terbanyak jika dilihat berdasarkan kejadian per bulan.

“kebakaran yang terjadi Agustus dikeranakan kondisi cuaca, dimana suhu matahari mencapai 39 derajat celcius ditambah oksigen diatas 15 persen sehingga banyak bahan yang mudah terbakar menjadi titik awal penyebab terjadinya kebakaran,” ungkap Hasanuddin, Jumat (7/9)

“Saking panasnya bahan yang tanpa kesengajaan manusiapun akan muncul sebagai titik api awal yg akan menjadi besar tanpa pengawasan manusia misalkan (kebakaran alang2 dan kebakaran yg terjadi di TPA),” tambahnya

Kata dia, bulan lalu kebakaran disebabkan karena sampah itu mencapai 29 kasus. Namun, secara keseluruhan mayoritas penyebab terjadinya kebakaran dikarenakan arus pendek listrik.

Maka dari itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada akan bahaya kebakaran. Dikarenakan perpindahan api sangat cepat lantaran bahan yang mudah terbakar.

“Memasuki musim kemarau tetap waspada akan bahaya kebakaran dikarenakan penyebaran/perpindahan api sangat cepat dimana bahan-bahan yang mudah terbakar pada kering semuanya ada disekitaran kita, dan api sangat cepat merembet ke bahan yang lainnya,” tuturnya.

Ia mengaku bersyukur lantaran penurunan kasus kebakaran berkat adanya bantuan dari pemadam kebakaran lorong (pekarong). Sehingga, melalui pekarong ini masyarakat bisa melakukan antisipasi awal sambil menunggu tim damkar tiba di lokasi.

“Harapan kita untuk program ini dapat berjalan berkontinue/sustainable ke tahun-tahun berikutnya dikarenakan dengan anggaran yang terbatas untuk tahun ini sudah terbangun di 3 kelurahan,” terangnya.

Sementara, Kepala Bidang sarana dan Prasarana Damkar Makassar, Aswin Kartapatiharun mengatakan, upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar meminimalisir Kebakaran yakni dengan adanya tindakan awal sebelum kobaran api melebar, yakni adanya pembangunan Pemadam Kebakaran Lorong (Pekarong).

Pekarong ini merupakan inovasi dalam rangka menanggulangi api awal yang kejadiannya dilorong kecil dan tidak bisa diakses mobil besar. Jadi Pekarong ini akan meningkatkan keterlibatan dan partisipasi masyarakat.

“Jadi damkar bangun instalasi pemadaman disetiap kelurahan, ada air, bak air, pompa dan selang, dan yang bekerja itu masyarakat. Mereka itu yang memadamkan api awal dimana 30 persen, artinya sebelum apinya melebar sambil menelfon pemadam,” ujarnya

Kata Aswin, pihaknya baru mendirikan tiga titik Pekarong dimana dua Pekarong yang dianggarkan Pemkot Makassar dan satunya hasil swadaya masyarakat. Dua Pekarong di Kecamatan Mariso dan satu di Kecamatan Tamalate.

“Kriteria pemasangan Pekarong itu, lorong kecil yang padat penduduk dan rawan kebakaran. Di Makassar kan ada sekitar 8000 lorong jadi baru nol sekian persen,” katanya

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian terbesar ada terjadi di bulan Agustus, mencapai 40 kali kejadian kebakaran, dari 108 kepala keluarga ada sekitar 318 korban jiwa 318 orang, 6 orang diantaranya meninggal dunia.

Diketahui, sepanjang tahun 2018 kasus kebakaran tertinggi di Agustus dengan 40 kasus, Juli 14 kasus, Maret 12 kasus, Juni 11 kasus, Mei dan Januari masing-masing 10 kasus, April 9 kasus, dan Februari 6 kasus. (*)


div>