SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Hingga Agustus, Realisasi Pajak Hotel Surplus Rp10 Miliar

Reporter:

Armansyah

Editor:

MA

Jumat , 07 September 2018 11:20
Hingga Agustus, Realisasi Pajak Hotel Surplus Rp10 Miliar

Ilustrasi

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak. Salah satunya pajak hotel. Hasilnya, Agustus ini Bapenda merealisasikan pajak hotel sekira Rp70 miliar dari target Rp 120 miliar tahun ini.
Kepala Bidang II Pajak Hotel, ABT, dan PPJ Bapenda Makassar, Husni Mubarak, mengatakan, untuk merealisasikan pendapatan dari sektor pajak hotel, pihaknya intens melakukan sosialisasi ke wajib pajak sejak awal tahun.
“Kami lakukan (realisasi) sudah mencapai Rp70 miliar. Dibanding tahun lalu ada surplus Rp10 miliar pada bulan yang sama. Kita optimistis mencapai target kita di bidang pajak hotel,” jelasnya.
“Sebetulnya ini sudah bulan september sudah mencapai 80 persen dari target,” lanjut Husni, Kamis (6/9).
Husni mengatakan, sosialisasi yang dilakukan Bapenda ke wajib pajak tidak hanya pada soal penagihan pajak, tetapi menjalin hubungan silaturahmi agar kesan terbangun bisa lebih positif dan lebih persuasif.
“Kita giat dan laskar pajak sudah bergerak. Kemarin di restoran sekarang ke hotel, kita lebih aktifkan Laskar Pajak,” ungkapnya.
Husni menambahkan, pihaknya optimis bisa merealisasikan pajak hotel tahun ini sekira Rp110 miliar. Dibandingnkan tahun lalu, realisasi pajak hotel mencapai Rp98 miliar dengan target Rp100 miliar.
“Alhamdulillah, hotel yang nakan mengalami penurunan berkat sanksi pemasangan spanduk penunggak pajak. Tahun ini sisa satu hingga dua hotel yang masih nakal, tapi Insya Allah kita bisa capai target,” katanya.
Sementara, Kasubdit Pajak Hotel Air Bawah Tanah Bapenda Makassar, Harryman, mengatakan, adanya kenaikan atau surplus pajak hotel lantaran wajib pajak sektor hotel sudah menyadari haknya membayar pajak, sehingga tidak ada lagi tunggakan hingga berbulan-bulan ke Bapenda.
“Wajib pajak tahun lalu dan tahun ini berbeda. Kenapa ada surplus karena wajib pajak sekarang sudah sadar dan akhirnya tidak nunggak,” katanya.
Harryman menambahkan, kesadaran wajib pajak yang tinggi sejalan dengan adanya sanksi berupa pemasangan spanduk penunggak pajak, sehingga wajib pajak tidak lagi main kucing-kucingan yang berdampak pada realisasi pajak.
“Semakin banyak event dan semakin banyak orang berkunjung ke Makassar, maka potensi pajak hotel juga besar,” ujarnya.
Harryman mengatakan, pihaknya bersyukur tingkat kesadaran wajib pajk sektor hotel meningkat. Jika dipersentasekan, hotel yang nakal yang menunggak pajak berkisar 5 persen. Artinya potensi pajak hotel juga meningkat.
“Alhamdulillah, orang sudah mulai sadar akan kewajibannya, mereka juga malu. Sekarang hotel yang menunggak tidak seberapa,” katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun ada sekira 494 wajib pajak hotel. Masing-masing diantaranya 249 hotel untuk kelas bintang lima hingga melati satu, indekos di atas sepuluh kamar mencapai 269, dan contage sebanyak tiga unit. (**)


Tag
div>