SELASA , 12 DESEMBER 2017

Hipsindo Siap Berperan Aktif di Sektor Jasa Konstruksi

Reporter:

Editor:

Muh Sophian AS

Rabu , 15 November 2017 22:17
Hipsindo Siap Berperan Aktif di Sektor Jasa Konstruksi

Ketua Panitia Musprov I Hipsindo Sulsel Zainal Abidin (ki-ka), perwakilan Satker PSPLP Sulsel Kementerian PUPR Muh Ishak Cenne, Sekretaris Umum BPP Hipsindo Sulsel Faidar Mile, Ketua LPJK Provinsi Sulsel, Kilat Karaka, Ketua Umum BPN Hipsindo Bernard B Setyawan, Ketua Umum BPP Hipsindo Sulsel Ahmad Yani, dan Ketua Umum BPP Hipsindo Sumatera Utara Edward Pangaribuan foto bersama saat menghadiri Musprov I BPP Hipsindo Sulsel di Hotel Demelia Makassar, Rabu (15/11)

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Musyawarah Provinsi (Musprov) I Badan Pengurus Provinsi (BPP) Himpunan Perusahaan Konstruksi Indonesia (Hipsindo) Sulsel yang berlangsung di Hotel Demelia Makassar, Rabu (15/11), menetapkan Ahmad Yadi sebagai Ketua Umum BPP Hipsindo Sulsel periode 2017-2022.

“Alhamdulillah, atas amanah ini. Mari kita bersama-sama membesarkan organisasi ini. Terutama dalam mendukung dan berperan aktif di dalam sektor jasa konstruksi di Sulsel,” jelasnya.

YaDi mengatakan, untuk mendukung target itu, maka dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal dan berkualitas. Hal itu sejalan dengan tema musprov kali ini, ‘Hipsindo Berintegritas, Profesional, Tangguh, dan Mandiri’. Oleh karena itu, Hipsindo siap membina anggotanya agar mampu bekerja secara maksimal dalam menjalankan proyek-proyek yang diberikan pemerintah.
“Tentunya kita sebagai warga negara, pastinya harus ada kontribusi pada pemerintah, kita akan bina anggota menjadi kontraktor yang baik dalam melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Umum BPP Hipsindo Sulsel, Faidar Mile, menambahkan, saat ini jumlah anggota Hipsindo Sulsel mencapai 700-an badan usaha yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Sulsel. Oleh karena itu, pihaknya menargetkan pada 2018 mendatang terjadi peningkatan anggota.
“2018 mendatang kita targetkan anggota bisa mencapai 1.500-2.000 badan usaha. Insya Allah, kita optimistis target ini dapat dicapai dengan sistem jemput bola yang diterapkan,” jelasnya.

Ketua Umum BPN Hipsindo, Bernard B Setyawan, mengatakan, persaingan sektor jasa kontruksi akan semakin kompetitif, sehingga dibutuhkan SDM andal dan tangguh. “Peningkatan kualitas SDM menjadi hal utama di Hipsindo. SDM yang sesuai tema musprov ini, terutama berintegritas, profesional, tangguh, dan mandiri. Hal lain perlu diperhatikan adalah mengedepankan kepentingan umum,” terangnya.

“Kita harapkan pengurus terpilih mengalokasikan anggaran khusus untuk pelatihan pengembangan SDM. Termasuk secara rutin melakukan pelatihan dengan melibatkan anggota yang ada,” tambahnya.

Bernard mengakui, Hipsindo dibentuk pada 2004 lalu. Kini sudah terbentuk di seluruh Indonesia. Seperti di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan lainnya.

Sementara, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Sulsel, AM Kilat Karaka, salut dengan kinerja pengurus Hipsindo Sulsel. “Kalau melihat jumlah Hipsindo Sulsel yang dilaporkan sudah mencapai 700-an perusahaan, maka kinerja pengurus sangat luar biasa. Sebab efektif hanya dua tahun anggotanya sudah sebanyak ini,” ujarnya.

“Ini menjadi peluang Hipsindo melaksanakan sertifikasi kepada badan usaha jasa konstruksi. Sisa bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik,” tambahnya.

Adapun, Muh Ishak Cenne, selaku perwakilan Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) Sulsel Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang membuka kegiatan ini, mengatakan, asosiasi merupakan pusat pelayanan bagi anggotanya. “Asosiasi melakukan pembinaan bagi seluruh anggotanya dan itu kita harapkan dapat dilakukan Hipsindo Sulsel,” harapnya. (*)


div>