MINGGU , 16 DESEMBER 2018

Hitung Cepat, Lembaga Survei Harus Taat Aturan

Reporter:

asharabdullah

Editor:

Rabu , 13 Juni 2018 16:00
Hitung Cepat, Lembaga Survei Harus Taat Aturan

Dok. RakyatSulsel

*KPU Tetapak 4 Lembaga Pemantau Pilkada

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel telah merilis 10 Lembaga survei yang akan melakukan quick qount (Hitung Cepat) pada tanggal 27 Juni mendatang. Selain dari 10 lembaga yang tidak masuk daftar tersebut, KPU melarang untuk melakukan hitung cepat pada saat pencoblosan.

10 lembaga survei yang resmi terdaftar dan terakreditasi itulah yang berhak melakukan hitungan hasil cepat, diluar dari itu ilegal. Adapun 10 lembaga survei tersebut yakni, Jaringan Survei Indonesia (JSI),
Celebes Research Center (CRC), Cyrus Nusantara,CPI-LSI Network, Indeks Politica Indonesia (IPI), SMRC, Populi Center, Indo Barometer, Pandawa Research dan Indikator Politik Indonesia.

Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto mengatakan, rekam jejak dan nama baik lembaga survei menjadi salah satu kepercayaan masyarakat terhadap lembaga survei. Apalagi dalam hasil Quick Count (QC) lembaga survei terkadang berbeda jauh dari hasil hitungan yang dilakukan oleh KPU.

“Reputasi dan rekam jejak performa lembaga sebelumnya lah yang bisa menjawab akurasi. Beberapa lembaga yang berpengalaman menggelar QC dengan disparitas hasil yang berbeda jauh dari pleno KPU, sudah di ingat publik,” kata Luhur.

Meski memiliki kesempatan melakukan hitung cepat, lambaga survei harus tetap memperhatikan aturan yang telah ditetapkan oleh KPU. Karena masyarakat tentunya membutuhkan informasi sesuai dengan fakta yang ada.

“Publik harus di edukasi bahwa hasil QC lembaga-lembaga itu itu beda dengan Real qount rekap form C1 KWK. Sangat penting lembaga ini mematuhi standar etis survei,” terangnya.

“Misalnya dengan tidak mengumumkan hasil ketika pencoblosan suara belum selesai. Tindakan seperti itu cenderung mengarahkan perilaku pemilih pada kecenderungan bandwagon effect,” lanjut Luhur.

Luhur menjelaskan, tidak dipungkiri sejumlah lembaga survei berafiliasi pada kandidat tertentu. Namun, meskipun memiliki kedekatan dan hubungan dengan kandidat tertentu, lembaga survei wajib untuk dapat memberikan informasi data yang benar-benar akurat.

“Kita tentu berharap lembaga-lembaga yang meskipun bekerja untuk kepentingan kandidat, tidaklah memanipulasi hasil yang bisa membodohi publik pemilih,” terangnya.

Kepala Bagian Humas KPU Sulsel, Asrar Marlang menegaskan, KPU secara formal melegalkan 10 lembaga survei untuk mempublish hasil hitung cepat.

Lanjut dia, dalam aturan PKPU pihak KPU hanya memberikan sanksi kepada lembaga yang telah direkomendasikan jika bekerja tak sesuai Prosedur.

“Sedangkan lembaga survei yang tidak masuk daftar hitung cepat. Cukup kami berikan teguran saja, karena sengaja mempublish diluar ketentuan,” tegasnya.

Asrar menambahkan, pihaknya berharap lembaga yang tak masuk daftar untuk mematuhi aturan, sehingga tidak melakuan publish hasil hitungan cepat pada tanggal 27 Juni mendatang. “Kami mengimbau untuk lembaga tersebut untuk mentaati prosedur di KPU,” harap Asrar.

Selain menetapkan lembaga survei yang akan melakukan hitung cepat, KPU Sulsel juga telah menetapkan lembaga pemantau dalam pelaksanaan Pilkada serentak 27 Juni mendatang.

Komisioner KPU Sulsel Divisi Umum, Organisasi, dan Rumah Tangga, M Asram Jaya, mengungkapkan, ada empat lembaga pemantau yang telah ditetapkan setelah memenuhi syarat-syarat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam PKPU.

“Khusus lembaga pemantau ada beberapa indikator yang harus dipenuhi sehingga dikatakan lolos verifikasi. Hampir sama dengan persyaratan lembaga survei,” ungkap Asmar.

Adapun pendaftaran untuk lembaga pemantau Pilkada Serentak 2018 ini telah ditutup sejak 31 Mei lalu.

Indikator, menurut Asram, salah satunya adalah melampirkan informasi lembaga secara lengkap dan detail.

“Selain itu, memberikan surat pernyataan bahwa mereka tidak berafiliasi pada salah satu parpol ataupun paslon tertentu,” katanya. (*)


div>