SENIN , 17 DESEMBER 2018

HMI Maros Bakal Gelar Salat Gaib Untuk Bencana Sulteng

Reporter:

Iskanto

Editor:

Minggu , 07 Oktober 2018 07:54
HMI Maros Bakal Gelar Salat Gaib Untuk Bencana Sulteng

Ketua Bidang Pemberdayaan Ummat HMI Cabang Butta Salewangang Maros, Rais

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Seluruh kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Butta Salewangang Maros akan menggelar Salat Gaib dan Yasinan bersama, Minggu (7/10) di Sekretariat HMI Cabang Butta Salewangang Maros.

Salat Gaib yang akan dilaksanakan tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi Donggala, Palu, Sigi, Mamuju dan beberapa daerah lainnya yang menjadi korban bencana alam Gempa bumi dan tsunami pada 28 September lalu. Yang hingga saat ini telah menelan ribuan korban jiwa dan kerugian yang begitu besar.

Dalam hal ini, Ketua Bidang Pemberdayaan Ummat HMI Cabang Butta Salewangang Maros, Rais mengatakan, kita sebagai ummat muslim sudah sepantasnya saling mendoakan saudara kita yang menjadi korban bencana alam di Sulawesi Tengah dan sekitarnya.

“Tentunya kita sebagai seorang Muslim, sudah menjadi kewajiban kita untuk saling mendoakan saudara kita. Apalagi kami ini berhimpun di Himpunan Mahasiswa Islam. Tak hanya korban yang masih hidup dan selamat dari bencana tersebut yang perlu kita kirimkan bantuan, tetapi juga yang telah berpulang ke Rahmatullah. Kita mesti mengirimkan doa semoga diterima di sisi Allah SWT. Nah, hal inilah yang melatarbelakangi diadakannya kegiatan yang akan kami gelar,” ungkap Raiz, Sabtu (06/10).

Lebih lanjut, Rais menyampaikan, masih banyak pula jenazah korban yang belum ditemukan hingga saat ini. Ini juga salah satu inti mengapa salat gaib ini dilaksanakan.

“Dan salah satu inti dari salat ghaib ini karena masih banyaknya jenazah yg belum di temukan di Sulteng sehingga kita perlu untuk melakukan salat gaib,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Butta Salewangang Maros, Misbahuddin Nur menuturkan, jika kita sebagai ummat manusia semestinya lebih peka melihat kondisi di sekeliling kita, serta turut bergerak dalam hal memberikan bentuan kepada korban bencana alam di Sulteng dan tak kalah pentingnya juga mengirimkan doa bagi mereka yang meninggal dunia.

“Sebagai ummat seharusnya kita selalu peka melihat kondisi di sekeliling kita untuk ikut bergerak dan juga peduli, juga pada bencana yg baru baru saja mengguncang saudara kita, gerakan bantuan juga doa doa harus kita layangkan. Hal ini sekiranya dapat menguatkan mereka juga menempatkan saudara saudara kita yg meninggal dunia ditempat yg layak di sisi Allah SWT,” tutupnya. (*)


Tag
div>